Share

Orang Gila 

Author: Kurnia_cy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-18 08:27:58

"Hah? Oh...itu." Nesya tertawa kecil.

"Ya nggaklah. Tadi itu aku cuma becanda doang. Habisnya aku jengkel melihat tingkahnya yang sok ngebossy di kantor ini makanya aku kerjain saja dia biar dia kepanasan sendiri."

"Oh...cuma becanda doang. Aku kirain beneran." Lani tersenyum-senyum sendiri.

"Eh, jangan berpikiran aneh-aneh, deh. Gak mungkinlah aku lakuin hal itu. Gini-gini, aku termasuk perempuan yang setia lho sama suami," cetus Nesya sambil menepuk dadanya.

"Iya deh, si yang paling setia," o
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Madu Pemberian Ipar    Tuduhan Bu Elvina

    Bu Elvina terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya tampak pucat, ekspresinya lesu dan tidak ada gairah. Delapan kali bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya cukup menguras energi dalam tubuhnya. Beruntung tetangga di sebelah rumah Yuda adalah seorang dokter dan Yuda meminta bantuan dokter tersebut untuk mengobati Bu Elvina. “Sebenarnya kamu makan apa sih, Vin? Kok bisa sampai diare begitu?” tanya Pak Bagas ketika dokter itu sudah kembali ke rumahnya dan Yuda sedang pergi menebus resep obat. “Nggak tahu, Mas. Perasaan aku tidak ada makan yang aneh-aneh, deh.” “Apa... jangan-jangan makanan yang dibikin Bi Surti yang buat mama jadi kayak gini” Runi langsung melemparkan tuduhan kepada Bi Surti supaya fokus orang-orang teralih kepada wanita paruh baya yang bekerja di rumahnya itu dan dia terbebas dari kecurigaan orang-orang.“Bi Surti! Bi Surti!” teriaknya dengan suara keras. Bi Surti langsung datang tergopoh-gopoh dengan wajah ketakutan. Musibah yang dialami oleh ibu m

  • Madu Pemberian Ipar    Rencana Licik

    Runi terperanjat kaget, wajahnya tiba-tiba memucat mendengar perkataan ibu mertuanya itu. “A-apa? Mama mau menginap di sini?” “Iya, kenapa memangnya? Kamu keberatan?” selidik Bu Elvina. “Ti-tidak, Ma. Tentu saja aku tidak keberatan. A-aku malah senang mama sama papa mau menginap di sini karena kita kan jarang jumpa, hanya sesekali saja kita bisa langsung bertatap muka seperti sekarang ini,” bohong Runi sembari memasang senyum palsu di wajahnya. ‘Sialan, pake acara nginap pula mereka, mana nenek lampir ini mau ngajak aku ke dokter kandungan besok. Saat ini aku belum tahu gimana sebenarnya kondisi tubuhku, kenapa aku tidak mendapatkan tamu bulananku dalam waktu yang cukup lama. Jika aku pergi berdua bersamanya dan ternyata ada yang salah pada tubuhku, ini bisa berbahaya untuk kelangsungan posisiku dalam keluarga ini. Tidak boleh, nenek lampir ini tidak boleh tahu lebih dulu akan kondisiku. Aku harus cari akal agar dia tidak ikut menemaniku ke dokter besok.’Runi yang sudah mulai ben

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Mertua 

    Setahun kemudian.... “Jadi bagaimana, apa sudah ada tanda-tanda kamu hamil?” tanya Bu Elvina kepada Runi. “Uhuk...uhuk...” Runi yang sedang mengunyah makanan langsung tersedak, tangannya segera menyambar gelas berisi air putih di sampingnya lalu meneguknya hingga tandas. Satu tangannya menepuk-nepuk pelan dadanya untuk memberi rasa lega pada tenggorokannya.Saat ini mereka yaitu Pak Bagas, Bu Elvina, Yuda dan Runi tengah makan malam bersama di rumah Yuda. Ya, Pak Bagas dan Bu Elvina memutuskan untuk berkunjung ke Kota M, ke tempat Yuda dan Runi untuk melepas rasa rindu kepada anak dan menantu mereka disamping Pak Bagas juga ingin membahas perihal perkembangan perusahaan yang dipimpin oleh Yuda.Pada awalnya, Bu Elvina merasa sedikit keberatan dengan kepindahan Yuda dan Runi ke Kota M karena dengan tinggal berjauhan seperti itu, dia akan sulit memantau kondisi Runi jika hamil nanti. Pengakuan Runi bahwa dia adalah wanita subur membuat Bu Elvina merasa yakin kalau Runi akan bisa seger

  • Madu Pemberian Ipar    Tamparan Yanto

    “Viana tidak ikut, jadi Anda tidak perlu menguras energi Anda untuk memanggil orang yang memang tidak ada keberadaannya di sini,” ucap Nyonya Julia dengan nada dingin. Sejujurnya, dia merasa muak melihat tingkah Feyla yang demikian.“Bohong, kau pasti berbohong! Dia adalah anak buahmu, kau pasti akan melindunginya! Sekarang aku minta kau berkata jujur, katakan dimana dia, cepat katakan!” hardik Feyla.Emosi tingkat tinggi mengungkung serta membutakan hati dan pikirannya sehingga Feyla tidak lagi memedulikan sopan santun dan etika saat berbicara dengan orang yang jelas-jelas berusia jauh di atasnya.“Hei, sopan sedikit kalau bicara! Apa kau tidak lihat, lawan bicaramu siapa? Main njeplak sembarangan tuh mulut. Katanya orang kaya, orang berpendidikan...tapi setelah melihat sikapmu ini, aku jadi meragukan status yang kau miliki!”Ayu yang sudah tidak tahan lagi melihat bos nya dibentak-bentak oleh Feyla akhirnya melontarka

  • Madu Pemberian Ipar    Dimana Wanita Pembunuh Itu?!

    Siang itu, awan hitam bergelayut di langit biru Kota U, menciptakan nuansa mendung yang pekat. Sang surya seolah menghilang di balik kepungan barisan awan yang siap memuntahkan jutaan liter air ke permukaan bumi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalanan kian mempercepat langkahnya supaya mereka bisa terhindar dari guyuran air yang disebut hujan itu.Akan tetapi, pada sebuah area pemakaman, di sebuah makam yang tampak baru dengan tanah yang masih basah dan taburan bunga-bunga yang masih segar, terlihat orang - orang yang hadir di sana tetap berdiri di tempatnya seolah-olah tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca saat itu. Beberapa orang tampak mulai membuka payung yang rupanya sudah mereka siapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berubah-ubah saat mereka merasakan tetesan air mulai jatuh di atas kepala mereka.Seorang wanita berpakaian serba hitam berjongkok di samping makam. Wajahnya pucat bersimbah air mata yang tiada hentinya mengalir dari kedua ma

  • Madu Pemberian Ipar    Pertikaian Runi dan Feyla

    “Anak kita, Mas... anak kita tidak selamat... Dia meninggal... hu... hu...hu.. .” tangis Feyla dalam pelukan Yanto.Degh!Yanto terkejut kala mendengar Feyla sudah tahu perihal bayi mereka yang telah meninggal itu. Dalam pikirannya, Feyla belum mengetahui hal tersebut dan dia berencana untuk menunda memberitahukannya minimal sampai kedatangan Pak Indra.Kondisi Feyla yang baru selesai operasi menjadi pertimbangan Yanto untuk mengambil keputusan tersebut. Dia tidak ingin Feyla menjadi stress karena mendengar berita tersebut sehingga dapat memperburuk kondisinya pasca operasi.Akan tetapi, harapannya tidak terkabul. Feyla sudah mengetahui perihal kematian bayi mereka dan hal itu membuat Yanto menjadi khawatir dengan kondisi fisik dan mental Feyla ke depannya.Yanto mengelus surai hitam milik Feyla dengan lembut, berusaha menenangkan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.“Iya, mas juga sudah mengetahuinya. Kamu yang saba

  • Madu Pemberian Ipar    Runi Ingin Mencari Pekerjaan

    Keesokan harinya, perang dingin antara Yanto dan Viana masih berlangsung. Entah mengapa pasangan suami istri yang biasanya selalu rukun dan adem itu, kini tampak seperti musuh. Mereka keukeuh berpegang pada ego masing-masing. Yanto bertahan dengan pemikirannya bahwa Viana yang bersalah karena tel

  • Madu Pemberian Ipar    Bicara Empat Mata

    "Ini...soal Runi, Dek. Tak bisakah kalian berdua itu akur? Terus terang, bila melihat kalian seperti ini, mas jadi serba salah akan membela siapa. Mas sangat menyayangi kalian berdua dan mas tidak ingin melihat kalian berdua selalu ribut bahkan sudah main kekerasan seperti tadi. Jujur saja, mas t

  • Madu Pemberian Ipar    Drama Runi

    Keduanya serentak menoleh ke arah sumber suara. Di sana mereka melihat Yanto yang baru pulang dari kantor sedang berdiri terpaku dengan mata melotot melihat ke arah mereka."Ada apa ini?" tanya Yanto sambil berjalan mendekati istri dan adiknya itu.Runi yang merasa cengkraman pada t

  • Madu Pemberian Ipar    Pertengkaran

    "Wah, ternyata sudah hampir jam lima. Kalau begitu, aku pamit dulu ya, Vi. Mau beres-beres rumah sebentar sebelum mertuaku datang," ujar Mika."Baiklah. Terima kasih ya, Mbak untuk kolaknya," sahut Viana."Iya, sama-sama Vi."Mika pun segera beranjak meninggalkan rumah Viana.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status