“Viana, itu kan Heru,” ujar Ima dengan suara pelan.Viana terdiam, wanita itu terpaku pada tempatnya duduk. Sorot matanya tajam dan ekspresi wajahnya terlihat tidak suka akan kedatangan pria bernama Heru itu.“Hai, Viana Sayang. Apa kabarnya? Akhirnya kita bisa berjumpa lagi setelah hampir seminggu abang di luar kota. Ngomong-ngomong, kamu rindu gak sama abang?” sapa Heru sambil tersenyum lebar. Langkah kakinya santai mendekati Viana seolah tidak terpengaruh pada ekspresi wajah Viana yang kentara sekali menampakkan rasa tidak sukanya.Sementara itu, Ima masih berdiri diam di samping Viana, hendak melihat apa yang akan dilakukan oleh Heru.“Sombong amat, sih. Pertanyaan abang kok nggak dijawab?” celetuk Heru ketika dia sudah berdiri tepat di depan Viana.Viana bergeming dan menghembuskan napas berat, sungguh dia merasa sangat terganggu dengan kehadiran Heru itu.Lelaki bernama Heru itu boleh dibilang tetang
Ler mais