Teilen

Insiden

last update Veröffentlichungsdatum: 10.06.2026 11:00:15

“Benar. Kau kaget mendengarnya, bukan?” jawab Viana dengan senyuman sinis.

“Tidak mungkin! Kau pasti bohong. Mana mungkin Nyonya Julia mau merekrut orang sepertimu. Ini semua pasti akal – akalan mu saja supaya kau bisa bebas dari hukuman. Dasar licik dan pembohong!” cerca Feyla dengan raut wajah marah.

“Ya ya ya... terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas aku telah berkata sejujurnya.”

“Aku tidak percaya! Kau pasti bo

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Madu Pemberian Ipar    Insiden

    “Benar. Kau kaget mendengarnya, bukan?” jawab Viana dengan senyuman sinis.“Tidak mungkin! Kau pasti bohong. Mana mungkin Nyonya Julia mau merekrut orang sepertimu. Ini semua pasti akal – akalan mu saja supaya kau bisa bebas dari hukuman. Dasar licik dan pembohong!” cerca Feyla dengan raut wajah marah.“Ya ya ya... terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas aku telah berkata sejujurnya.”“Aku tidak percaya! Kau pasti bohong!” tunjuk Feyla di depan wajah Viana.“Ya benar, dia pasti bohong, Kak. Mana mungkin wanita seperti dia bisa bekerja di perusahaan bonafit,” timpal Runi yang diam-diam mencari informasi tentang PT. Cindera Kilau Murni di ponselnya dan dia begitu terkejut saat mendapati kenyataan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan besar yang jangkauan pasarnya sudah merambah skala internasional.“Sudahlah Feyla, Runi. Jangan membuat masalah lagi. Pergilah segera

  • Madu Pemberian Ipar    Tuduhan dan Fitnah.

    Viana mengerutkan keningnya, menatap bingung ke arah si satpam.“Bapak bicara sama saya?” tanya Viana seraya menunjuk dirinya.“Benar, Mbak. Bisa ikut saya sebentar?” ulang satpam tadi.“Tunggu dulu, Pak. Ini ada apa? Kenapa saya harus ikut Bapak? Memangnya saya salah apa?” tanya Viana bertubi-tubi.“Saya mendapatkan laporan bahwa Mbak telah mencuri di toko ini. Untuk itu saya minta kerjasamanya supaya masalah ini menjadi jelas.”“Saya mencuri?” Viana terbengong mendengar penjelasan pak satpam.Satpam tersebut menganggukkan kepalanya.“Siapa yang melaporkan saya? Apa dia punya bukti kalau saya mencuri di sini?” tukas Viana kesal.“Kami yang melaporkanmu! Dasar pencuri, tidak tahu malu kau! Sebegitu parahnya kah hidupmu sekarang ini? Apa gajimu sebagai karyawan minimarket tidak mencukupi sehingga kau nekat mencuri di toko orang? Sungguh, aku sangat mal

  • Madu Pemberian Ipar    Laptop yang Tertinggal

    Lima bulan kemudian.Tiga orang wanita berpenampilan modis terlihat keluar dari sebuah toko perhiasan yang berlokasi di mall besar yang ada di kota itu. Sembari melangkah, mereka terus bercakap-cakap“Omset kita semakin hari semakin meningkat, Bu. Ini hal yang menggembirakan sekali,” ucap salah seorang wanita berbaju merah maroon.“Benar Ayu dan ini semua berkat Viana. Desain yang dibuatnya sangat indah dan menarik ketika diaplikasikan ke dalam bentuk perhiasan. Hal itulah yang menarik minat orang-orang untuk membelinya terutama dari kalangan ibu-ibu sosialita.”“Bukan Bu Julia, ini bukan sepenuhnya karena saya. Teman-teman yang lain ada juga yang memberi masukan sehingga hasilnya menjadi bagus dan sempurna.”“Ha ha ha....kamu terlalu merendah Viana. Padahal semua orang di perusahaan tahu kalau hampir sembilan puluh persen hasil desain itu merupakan ide dari kamu.”“Iya nih, Kak Viana mem

  • Madu Pemberian Ipar    Status Karyawan Baru

    Tania yang dihubungi oleh Viana sangat senang mendengar berita ini. Segera dia menyampaikan hal tersebut kepada Nyonya Julia dan oleh atasan Tania itu, Viana besok diminta datang ke kantor perusahaan yang alamatnya sudah diberitahukan oleh Tania melalui chat di ponsel Viana.Keesokan harinya Viana mendatangi alamat yang dimaksud dan betapa kagumnya dia melihat bangunan gedung kantor yang berdiri megah dan menjulang di hadapannya.Seketika itu juga rasa percaya dirinya yang sempat ada mendadak luruh melihat kemegahan gedung tersebut. Perasaan insecure melandanya, dia merasa tidak pantas berada di sana mengingat dia hanyalah orang biasa saja.Viana menghembuskan napasnya berkali-kali, mencoba memompa kembali rasa percaya dirinya. Setelah merasa dirinya cukup tenang, Viana segera berjalan memasuki gedung. Oleh satpam yang berjaga di pintu depan, Viana diantar menuju ke meja resepsionis.Kepada petugas resepsionis yang sedang bertugas saat itu, Viana memberit

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Tania

    Tiga hari kemudian.Bak seorang peramal, ucapan Rita menjadi kenyataan. Nyonya Julia kembali mendatangi Viana di rumah Bu Nining. Hanya saja kali ini kedatangannya diwakili oleh seorang wanita cantik bernama Tania yang merupakan salah satu orang kepercayaan Nyonya Julia dan entah bagaimana caranya, Nyonya Julia berhasil mendapatkan alamat rumah Bu Nining dan segera memerintahkan Tania untuk pergi ke sana.“Perkenalkan Bu, nama saya Tania. Saya salah seorang karyawan di toko perhiasan milik Nyonya Julia, Sparkle n’ Shining Diamond.” Tania memulai pembicaraan dengan memperkenalkan dirinya terlebih dulu. Saat ini dia tengah duduk di ruang tamu, berhadapan dengan Bu Nining dan Viana.“Salam kenal, Mbak Tania. Nama saya Nining dan ini Viana. Kalau boleh kami tahu, kedatangan Mbak ke rumah kami ini ada tujuan apa ya?”Tania mengulas senyum ramah di bibirnya yang dipoles lipstik nude. Sekilas dia melirik ke arah arloji yang melingka

  • Madu Pemberian Ipar    Julia Prameswari

    Viana mengerutkan dahinya, merasa heran dengan sikap wanita yang ada di hadapannya saat ini.“Siapa yang membuat sketsa ini? Apa kamu tahu orangnya?” desak wanita itu tidak sabaran.Viana semakin bertambah heran melihat tingkah wanita itu. Dengan nada ragu, Viana akhirnya menjawab.“Saya, Bu.”Sepasang netra wanita itu membola, tatapannya langsung menelisik sosok Viana dari atas hingga ke bawah.“Kamu?” ulangnya setengah tak percaya.Viana mengangguk.Wanita itu terdiam sejenak, terlihat sedang memikirkan sesuatu kemudian dia buru-buru mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar belanjaannya. Setelah itu dia menatap Viana dan berkata, “Nona, bisakah ikut saya ke sana sebentar?” Satu jari telunjuknya menunjuk ke arah luar minimarket tepatnya ke deretan kursi yang ada di teras minimarket.Dahi Viana berkerut dan dia mulai merasa tidak nyaman.“Maaf, untuk apa ya, Bu? Soal

  • Madu Pemberian Ipar    Yanto Membela Runi (1)

    Yanto menghela nafas sejenak. Lelah, itulah yang dia rasakan saat ini. Disaat konflik antara istri dan adiknya masih belum menemukan titik penyelesaian, kini datang pula komplain dari para warga yang didominasi oleh kaum ibu-ibu dimana mereka merasa sangat keberatan dengan kehadiran Runi di kompl

  • Madu Pemberian Ipar    Kebingungan Yanto

    Menyadari bahwa dirinya mulai terancam, Runi kini melayangkan tatapan memohon kepada Viana, berharap agar kakak ipar nya itu tirun tangan untuk menyelamatkannya. Akan tetapi, Viana malah membuang pandangan ke arah lain, membuat Runi menjadi geram.'Keterlaluan betul dia. Tidak mau menolong

  • Madu Pemberian Ipar    Panas!

    "Heh, pelakor! Tidak perlu merisaukan anak-anak kami. Yang perlu kau risaukan itu adalah dirimu sendiri yang sampai hati merusak rumah tangga orang lain hanya demi materi dan kesenangan sesaat," balas seorang ibu yang bernama Wulan."Benar dan kalau kau menuding kami tidak punya sopan sant

  • Madu Pemberian Ipar    Sambutan Untuk Runi

    "Begini saja, Pak, Bu...saya tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada Bapak dan Ibu sekalian karena jujur saja, hubungan saya dan Runi bisa dibilang tidak akur. Apa pun yang saya katakan, tidak pernah mau dia indahkan. Jikalau saya menerimanya tinggal bersama kami, itu semata-mata hanya karena permi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status