Share

Julia Prameswari

Author: Kurnia_cy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-05 11:00:44

Viana mengerutkan dahinya, merasa heran dengan sikap wanita yang ada di hadapannya saat ini.

“Siapa yang membuat sketsa ini? Apa kamu tahu orangnya?” desak wanita itu tidak sabaran.

Viana semakin bertambah heran melihat tingkah wanita itu. Dengan nada ragu, Viana akhirnya menjawab.

“Saya, Bu.”

Sepasang netra wanita itu membola, tatapannya langsung menelisik sosok Viana dari atas hingga ke bawah.

“Kamu?” ulangnya setengah t

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Madu Pemberian Ipar    Laptop yang Tertinggal

    Lima bulan kemudian.Tiga orang wanita berpenampilan modis terlihat keluar dari sebuah toko perhiasan yang berlokasi di mall besar yang ada di kota itu. Sembari melangkah, mereka terus bercakap-cakap“Omset kita semakin hari semakin meningkat, Bu. Ini hal yang menggembirakan sekali,” ucap salah seorang wanita berbaju merah maroon.“Benar Ayu dan ini semua berkat Viana. Desain yang dibuatnya sangat indah dan menarik ketika diaplikasikan ke dalam bentuk perhiasan. Hal itulah yang menarik minat orang-orang untuk membelinya terutama dari kalangan ibu-ibu sosialita.”“Bukan Bu Julia, ini bukan sepenuhnya karena saya. Teman-teman yang lain ada juga yang memberi masukan sehingga hasilnya menjadi bagus dan sempurna.”“Ha ha ha....kamu terlalu merendah Viana. Padahal semua orang di perusahaan tahu kalau hampir sembilan puluh persen hasil desain itu merupakan ide dari kamu.”“Iya nih, Kak Viana mem

  • Madu Pemberian Ipar    Status Karyawan Baru

    Tania yang dihubungi oleh Viana sangat senang mendengar berita ini. Segera dia menyampaikan hal tersebut kepada Nyonya Julia dan oleh atasan Tania itu, Viana besok diminta datang ke kantor perusahaan yang alamatnya sudah diberitahukan oleh Tania melalui chat di ponsel Viana.Keesokan harinya Viana mendatangi alamat yang dimaksud dan betapa kagumnya dia melihat bangunan gedung kantor yang berdiri megah dan menjulang di hadapannya.Seketika itu juga rasa percaya dirinya yang sempat ada mendadak luruh melihat kemegahan gedung tersebut. Perasaan insecure melandanya, dia merasa tidak pantas berada di sana mengingat dia hanyalah orang biasa saja.Viana menghembuskan napasnya berkali-kali, mencoba memompa kembali rasa percaya dirinya. Setelah merasa dirinya cukup tenang, Viana segera berjalan memasuki gedung. Oleh satpam yang berjaga di pintu depan, Viana diantar menuju ke meja resepsionis.Kepada petugas resepsionis yang sedang bertugas saat itu, Viana memberit

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Tania

    Tiga hari kemudian.Bak seorang peramal, ucapan Rita menjadi kenyataan. Nyonya Julia kembali mendatangi Viana di rumah Bu Nining. Hanya saja kali ini kedatangannya diwakili oleh seorang wanita cantik bernama Tania yang merupakan salah satu orang kepercayaan Nyonya Julia dan entah bagaimana caranya, Nyonya Julia berhasil mendapatkan alamat rumah Bu Nining dan segera memerintahkan Tania untuk pergi ke sana.“Perkenalkan Bu, nama saya Tania. Saya salah seorang karyawan di toko perhiasan milik Nyonya Julia, Sparkle n’ Shining Diamond.” Tania memulai pembicaraan dengan memperkenalkan dirinya terlebih dulu. Saat ini dia tengah duduk di ruang tamu, berhadapan dengan Bu Nining dan Viana.“Salam kenal, Mbak Tania. Nama saya Nining dan ini Viana. Kalau boleh kami tahu, kedatangan Mbak ke rumah kami ini ada tujuan apa ya?”Tania mengulas senyum ramah di bibirnya yang dipoles lipstik nude. Sekilas dia melirik ke arah arloji yang melingka

  • Madu Pemberian Ipar    Julia Prameswari

    Viana mengerutkan dahinya, merasa heran dengan sikap wanita yang ada di hadapannya saat ini.“Siapa yang membuat sketsa ini? Apa kamu tahu orangnya?” desak wanita itu tidak sabaran.Viana semakin bertambah heran melihat tingkah wanita itu. Dengan nada ragu, Viana akhirnya menjawab.“Saya, Bu.”Sepasang netra wanita itu membola, tatapannya langsung menelisik sosok Viana dari atas hingga ke bawah.“Kamu?” ulangnya setengah tak percaya.Viana mengangguk.Wanita itu terdiam sejenak, terlihat sedang memikirkan sesuatu kemudian dia buru-buru mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar belanjaannya. Setelah itu dia menatap Viana dan berkata, “Nona, bisakah ikut saya ke sana sebentar?” Satu jari telunjuknya menunjuk ke arah luar minimarket tepatnya ke deretan kursi yang ada di teras minimarket.Dahi Viana berkerut dan dia mulai merasa tidak nyaman.“Maaf, untuk apa ya, Bu? Soal

  • Madu Pemberian Ipar    Kemarahan Heru

    Penolakan Viana telah membangkitkan emosi yang selama ini Heru tahan sehingga tanpa dapat dikontrolnya, umpatan dan ucapan kasar terlontar dari bibirnya.“Kau jangan belagu, Viana! Dengan wajahmu yang pas-pasan itu kau mau mengharapkan apa? Apa kau berharap akan ada seorang pangeran tampan yang datang melamarmu? Heh, sadar diri dong! Kau itu sama sekali tidak menarik. Bahkan jadi seorang pelacur pun kau belum tentu laku!”PlakPlakDua buah tamparan dengan kekuatan penuh, Viana layangkan bertubi-tubi ke wajah Heru sebagai konsekuensi dari perkataan kurang ajarnya itu.“Perempuan brengsek! Beraninya kau menamparku!” umpat Heru dengan sepasang bola mata yang melotot tajam ke arah Viana.Viana bergeming, tetapi dari wajahnya dan gestur tubuhnya sangat terlihat jelas bahwa perempuan berambut sebahu itu tengah menahan amarah yang amat sangat.Wajah Viana tampak merah padam, sepasang matanya menatap Heru dengan sorot

  • Madu Pemberian Ipar    Lamaran Untuk Viana

    “Viana, itu kan Heru,” ujar Ima dengan suara pelan.Viana terdiam, wanita itu terpaku pada tempatnya duduk. Sorot matanya tajam dan ekspresi wajahnya terlihat tidak suka akan kedatangan pria bernama Heru itu.“Hai, Viana Sayang. Apa kabarnya? Akhirnya kita bisa berjumpa lagi setelah hampir seminggu abang di luar kota. Ngomong-ngomong, kamu rindu gak sama abang?” sapa Heru sambil tersenyum lebar. Langkah kakinya santai mendekati Viana seolah tidak terpengaruh pada ekspresi wajah Viana yang kentara sekali menampakkan rasa tidak sukanya.Sementara itu, Ima masih berdiri diam di samping Viana, hendak melihat apa yang akan dilakukan oleh Heru.“Sombong amat, sih. Pertanyaan abang kok nggak dijawab?” celetuk Heru ketika dia sudah berdiri tepat di depan Viana.Viana bergeming dan menghembuskan napas berat, sungguh dia merasa sangat terganggu dengan kehadiran Heru itu.Lelaki bernama Heru itu boleh dibilang tetang

  • Madu Pemberian Ipar    Menghibur Diri

    "Baguslah kalau begitu. Aku ikut senang mendengarnya, Vi. Oh ya, aku ada rencana mau jalan-jalan ke mall sekaligus belanja kebutuhan bulananku. Kalau kamu bersedia, kamu boleh ikut kok sama aku. Hitung-hitung refreshing dan supaya kamu bisa sedikit terhibur dari masalah yang kamu hadapi saat ini. B

  • Madu Pemberian Ipar    Dimarahi Jimmy

    "Huss, Jimmy! Kamu ini apa-apaan, sih? Datang-datang langsung marah-marah kayak gini. Lagian kamu juga salah, bawa mobil kok kencang-kencang gitu," tegur Mika. Ternyata orang itu adalah Jimmy, adik ipar kakaknya, Evelyn."Gimana aku nggak kesal, Mik. Dia jalannya di tengah jalan, mana nggak fokus l

  • Madu Pemberian Ipar    Curhatan Viana

    Seiring dengan suara teriakan itu, suara decit mobil yang direm secara mendadak ikut menambah tegang suasana.Sementara itu Viana yang baru menyadari situasi, berdiri dengan tubuh gemetar. Bagaimana tidak, nyaris saja dia akan menjadi korban kecelakaan jika pengemudi mobil itu tidak sigap mengerem

  • Madu Pemberian Ipar    Memendam Luka

    Viana hanya melirik malas ke arah Runi tanpa memberi respon apa-apa. Bukannya Viana takut, tapi suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja membuatnya malas meladeni ocehan Runi.Melihat Viana yang hanya diam saja, Runi semakin berani berbicara."Lebih baik Mbak terima saja kak Feyla menjadi m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status