Setelah kemarin mendapatkan kejutan di kantor Tuan Adrian, aku berharap hari ini menjadi hari yang tenang. Setidaknya, itulah harapan awal ketika aku memutuskan untuk menghabiskan pagi dengan belajar memasak bersama Bibi Asri dan Sekar.Liburan semesterku masih panjang, jadi kupikir tidak ada salahnya mempelajari sesuatu yang kusuka dan mungkin berguna untuk kedepannya.“Nona, aduknya pelan saja, jangan terlalu cepat, nanti berbuih.” Bibi Asri memantau adonanku.“A—iya, Bi,” jawabku sambil menahan wadah berisi adonan kue.Aku sedang fokus, mencoba mengingat tips-tips yang baru saja diberikan Bibi Asri, ketika tiba-tiba Sekar muncul dari arah ruang tengah sambil berlari-lari kecil.“Nona! Nona Melati!” serunya heboh.Aku menoleh dengan rasa ingin tahu yang tinggi. “Sekar, ada apa? Kenapa heboh sekali?”“Nona, Tuan Adrian masuk TV.” Sekar menunjuk ke arah televisi berada.Apa? Tubuhku spontan bergerak mengikuti Sekar, dari dapur menuju ruang keluarga. Sekar menaikkan volume TV, membuat
Last Updated : 2025-11-25 Read more