Aku menarik lengan Nona Risa pelan, mengisyaratkannya untuk ikut aku masuk ke dalam area pemakaman. Meski ia sempat menggeleng kuat, pada akhirnya Nona Risa hanya menghela napas panjang, pasrah dan melangkah masuk bersamaku.Begitu kami berada di dalam area pemakaman, suara dedaunan kering yang bergesekan terdengar setiap kali langkah kami bergerak melewati tanah lembap itu.Sementara itu, Kak Adel sudah berlutut di depan salah satu batu nisan. Punggungnya tegak, kedua tangannya cekatan mencabut rumput liar yang tumbuh mengelilingi nisan tersebut. Setelah itu, ia membersihkan lumut di permukaannya dengan “susruk” kecil yang ia keluarkan dari tasnya.Aku dan Nona Risa saling pandang sebelum akhirnya mendekat. Kami berhenti beberapa langkah di belakangnya, memberi ruang.Beberapa saat kemudian, saat kulihat Kak Adel selesai membersihkan nisan itu dan terdiam sejenak, barulah aku memberanikan diri bertanya padanya. “Ini ... makam siapa, Kak?”Kak Adel lantas berkata tanpa menoleh. “Ini m
Last Updated : 2025-12-03 Read more