“Dokter! Angkanya naik lagi!”Suara perawat memecah kepanikan. Langkah tergesa memenuhi ruang ICU.Gandes yang baru saja dari musolla bersama Yasmin dan Tawang, menatap lemas. Tangis Gandes pecah lebih keras, membuat tubuhnya oleng. Jati sigap meraih bahu istrinya, namun tenaga Gandes runtuh, membuatnya jatuh limbung.“Gandes,” suara Jati parau. “Pegang aku. Kuatkan dirimu."Gandes tak menjawab. Tangannya mencengkeram lengan Jati, napasnya tersengal, air mata tak berhenti mengalir. Dari balik kaca, layar monitor Jiendra berpendar cepat, garis-garisnya melonjak tak beraturan.Maheswari menutup mulut, dadanya naik turun. “Kenapa bisa begini lagi…?”"Kita berdo'a, Bu. Dia anak yang kuat, dia pasti selamat, " tambah Jatmiko.Ryan yang sudah berbalik melangkah, berhenti. Ia menoleh. Tangis Gandes, suara mesin, teriakan perawat, semua menghantam bersamaan. Dia kembali. Matanya tertuju ke inkubator. Tubuh kecil itu, wajah pucat, dada bergerak terbantu alat.“Kondisinya menurun,” ujar seorang
Last Updated : 2026-02-05 Read more