"Mas, pelan. Kamu ingat 'kan kalau aku lagi mengandung?" ucap Gandes lirih, namun cukup untuk membuat Jati menghentikan geraknya.Jati terguling ke sisi lain, menjauh sedikit, dadanya naik turun mengatur napas yang sempat tak beraturan. Ada rasa bersalah yang tiba-tiba menyergap, bercampur dengan ketakutan akan dirinya sendiri, tentang betapa mudah ia terbawa emosi, tentang betapa tipis batas antara rindu dan amarah.Jati terguling di sisi Gandes, mengatur nafas.Gandes bangkit melepas kerudung, menyibakkan rambutnya, napas masih belum sepenuhnya tenang. Rambutnya jatuh berantakan di bahu, kulit lehernya masih hangat. Ia duduk di tepi ranjang sejenak, menenangkan diri, seolah ingin memastikan bahwa detak jantungnya kembali ke ritme yang wajar.Jati menelan ludahnya. "Kamu cantik malam ini," ucap Jati tiba-tiba. "Maaf, aku tak bisa menahan diri."Ucapan itu terdengar tulus, namun Gandes tahu, ada lapisan lain di baliknya. Ia menoleh perlahan. Jantungnya berdegup. Ada cinta di sana, tet
Last Updated : 2026-01-11 Read more