Bella melihat wajah ayahnya yang khawatir berlari kearahnya dengan terburu-buru. Tanpa memikirkan wibawa dan ketegasannya sebagai walikota, ia segera memeluk putrinya dengan haru, bahagia dan lega."Ayah," suara Bella bergetar, matanya memerah dan seketika tetesan air mata mengalir di pipinya."Tidak apa-apa, Sayang. Ayah sudah datang menjemputmu," ucap Giovanni menenangkan putrinya seperti saat kecil.Sesaat setelah tenang dan melepas pelukan, Giovanni meneliti putrinya dari bawah sampai atas. "Kau baik-baik saja, Bella? Tidak ada yang terluka 'kan?"Bella menggeleng, "Aku tidak apa-apa, Ayah. Mereka tidak melakukan apapun padaku."Ganjalan besar dihatinya langsung terangkat, tapi Giovanni melihat pipi kanan putrinya memerah dan ujung bibirnya luka. "Wajahmu—" ucapnya tercekat.Bella buru-buru menjelaskan, "tidak apa-apa, ini bukan luka serius. Tadi aku memukul ketua penculik, dia marah dan menamparku sekali. Ini sudah tidak sakit lagi, Ayah jangan khawatir."Emosi Giovanni perlahan
Last Updated : 2026-01-08 Read more