Yalina merendahkan suaranya dan berkata, "Devi, meski dia marah pada kita, anak ini nggak bersalah, 'kan? Dia nggak mungkin abaikan anak ini, 'kan?"Saat berbicara, Yalina menatap perut rata Devina. Kemudian, dia mengeluarkan pil yang telah dia siapkan."Lagian ... anak yang kamu kandung bukan anaknya. Cepat atau lambat, kamu harus menggugurkannya. Gimana kalau ... kita buat sesuatu terjadi pada anak ini lebih awal? Aku nggak percaya Stanley bisa tetap tenang."Awalnya, Yalina menyiapkan obat itu untuk mencelakai Shanaya. Tak disangka, obat itu akan dipakai secepat ini.Devina menatap pil putih kecil itu dengan pikiran berkecamuk. "Ibu ... kalau anak ini benar-benar tiada, bukankah aku akan kehilangan kesempatan terakhirku untuk jadi bagian dari Keluarga Herdian?""Jangan khawatir, Ibu tahu batasannya. Dosis setengah tablet nggak akan menyebabkan keguguran," ujar Yalina dengan yakin sebelum menaruh pil itu ke tangan Devina.Devina menatap pil tersebut, lalu akhirnya menggertakkan gigi
Read more