Begitu mendengar tawaran Rafael, Selina langsung waspada. Dia khawatir kakak iparnya akan direbut oleh orang lain dan segera menjawab, "Pak Rafael nggak perlu repot-repot! Besok, aku akan datang jemput Naya. Semuanya sudah diatur!" Shanaya juga mengangguk pelan, lalu menolak tawaran Rafael dengan sopan.Melihat sikap Shanaya yang sopan dan sungkan, mata Rafael sedikit meredup. Akan tetapi, dia tidak memaksa, hanya tersenyum lembut. "Baiklah. Kalau begitu, istirahatlah yang baik."Keesokan paginya, Selina datang menjemput Shanaya dari rumah sakit. Setelah menyelesaikan semua prosedur, baru saja keduanya sampai di lobi rumah sakit, seorang perawat bergegas menghampiri mereka. Katanya, ada biaya medis sekali pakai yang lupa dimasukkan ke dalam sistem dan perlu dilunasi lagi."Naya, kamu tunggu saja di sini. Aku akan segera kembali!" pesan Selina sebelum berjalan cepat ke arah konter pembayaran.Shanaya berdiri sendirian di sudut lobi yang ramai dan menunggu dengan tenang.Tepat pada saat
Read more