Clarin teringat kejadian kemarin pagi yang mana Dodi menghina dirinya, lalu dia memanggil polisi, memaksa Dodi minta maaf, bahkan membuat Dodi ditegur polisi.Kemarin sore, dia lupa mengajukan izin. Secara aturan, itu dianggap mangkir.Kalau Dodi mau memanfaatkan kesempatan ini untuk memecatnya, dia tidak akan punya posisi yang kuat untuk menggugat ke dinas ketenagakerjaan.Dengan wajah tegang dan hati berat, Clarin melangkah masuk ke ruang Dodi.“Pak Dodi.” Clarin menyapa datar.“Clarin, kemarin sore kamu nggak masuk tanpa izin. Secara aturan, perusahaan bisa memecatmu!” Pak Dodi menampar meja dengan keras, bersuara tajam.“Aku…”Clarin membuka mulut hendak menjelaskan, tapi langsung teringat hubungan mereka sudah buruk. Kalau dia memberi alasan, kemungkinan besar justru akan dijadikan bahan hinaan lagi.Dia pun menarik napas dalam-dalam. “Apa Pak Dodi memanggilku agar aku mengemasi barang dan keluar?”Sejak ayahnya kecelakaan, Clarin seringkali mengambil cuti.Kemarin sore, dia bahka
Magbasa pa