Share

Bab 75

Penulis: Yessa
Mengingat kejadian siang tadi yang mana Robert dan Kevin datang ke rumah sakit sampai membuat ayahnya kembali jatuh koma, tangan Clarin yang menggenggam kartu undangan mengepal semakin erat. Ekspresinya sedingin es.

Semoga besok mereka masih bisa tertawa lepas!

Saat Clarin tenggelam dalam pikirannya, sebuah bayangan tiba-tiba mendekat. Dia tersentak, tubuh menempel pada sandaran kursi, mata menatap Carles yang berada hanya beberapa sentimeter darinya.

“Pak… Pak Carles?”

“Pakai sabuk pengaman.”

Carles berkata pelan sambil membantu Clarin mengenakan sabuk pengaman. “Tadi aku panggil dua kali, tapi kamu nggak jawab.”

“Aku… aku sedang memikirkan sesuatu,” jawab Clarin sembari menyelipkan rambut ke belakang telinga. Dia merasa malu.

“Pikir apa?” tanya Carles.

“Nggak ada…” Clarin menggeleng cepat.

Carles tidak memaksa, berpaling ke depan dan menyalakan mesin mobil.

Keduanya makan malam di sebuah restoran.

Clarin mengusulkan untuk belanja ke supermarket.

Di supermarket, dia mengambil troli da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 110

    “Dua sampai empat juta,” jawab Clarin dengan ragu.“Saya nggak bisa jual dengan harga segitu.” Sang manajer menggelengkan kepala. “Bahkan untuk anggota member yang sudah punya saldo sekalipun, diskon maksimal hanya 20%.”Clarin berkata dengan sungkan, “Maaf, saya sudah membuang banyak waktumu.”“Nona, coba dipertimbangkan lagi. Kalau mau beli, cari saya di lain hari. Saya bisa kasih harga spesial. Tanpa isi saldo pun, saya akan kasih harga member,” kata sang manajer sambil menepuk bahu Clarin pelan, lalu berbisik lagi, “Banyak pelanggan sudah mencoba kebaya itu, tapi tidak ada yang memakainya secantik Nona. Saya benar-benar berharap kebaya itu bisa dikenakan olehmu.”Clarin menangkap maksudnya. “Baik, saya akan mempertimbangkannya lagi.”Setelah keluar dari toko kebaya, Clarin melihat antrean restoran ayam kelapa sudah hampir memanggil nomor mereka.Mereka pun berhenti berkeliling.Selesai makan, waktu sudah menunjukkan lewat pukul sembilan malam.“Valen, kamu masih mau lanjut jalan-ja

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 109

    “Nona, silakan coba dua kebaya ini.”“Baik, saya coba dulu.”Clarin menerima kebaya itu, lalu masuk ke ruang ganti.Dia mengenakan kebaya warna sampanye dengan bordir halus.Begitu dia keluar dari ruang ganti, Valen langsung berseru kagum, “Cantik banget! Clarin, kamu terlihat luar biasa cantik dengan kebaya ini. Kelihatannya seperti nona bangsawan yang anggun, berkelas, dan elegan.”“Nona, kebaya ini bahkan terlihat jauh lebih cantik di Anda daripada di model kami,” puji sang manajer.Clarin berjalan ke depan cermin besar, menatap sosok dirinya di dalam pantulan kaca, sedikit tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Valen mendekat ke sampingnya dan berbisik, “Clarin, cermin ini memang bisa membuat tinggi badan terlihat lebih jenjang dan tubuh lebih ramping. Tapi, kamu aslinya sudah tinggi dan langsing. Di mataku, kamu yang asli terlihat jauh lebih cantik daripada kamu yang di cermin.”Saat ini pula, sang manajer membawa sebuah tusuk konde perak.“Nona, kebaya ini akan terlihat lebih in

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 108

    Valen langsung membalas dengan antusias, [Ada, ada, ada!]Clarin membalas singkat, [OK.]Setelah itu, Clarin membuka tas jinjing dan melihat isinya. Tiramisu, puding karamel, egg tart, kue rumput laut, dan ada sekotak cokelat yang lumayan mahal di bagian paling bawah ….Semuanya adalah camilan manis favoritnya.Clarin pun mengirim pesan pada Carles, memberitahunya bahwa dia sudah janjian dengan rekan kerja untuk jalan-jalan sepulang kerja. Jadi, Carles harus mengurus sendiri makan malamnya.Pukul enam sore, waktunya absen pulang kerja.Clarin pura-pura masih sibuk sampai Valen berjalan mendekat dan menepuk bahunya.“Clarin, ayo.”“Hm.”Clarin berdiri, lalu melakukan absen pulang dan meninggalkan kantor bersama Valen.Saat makan siang tadi, mereka sudah mendiskusikan tempat makan dan belanja malam ini....Plaza Victoria.Setelah memarkir mobil, Clarin dan Valen masuk ke dalam mal.Mereka langsung bergegas menuju restoran yang menjual ayam kelapa. Sekarang sedang jam makan malam sehingg

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 107

    Sebagai Presiden Grup Lowui, dia cukup melakukan satu panggilan telepon untuk mendapatkan sarapan enak dan bergizi.“Aku cuci muka dan gosok gigi dulu,” kata Clarin, lalu masuk ke kamar mandi.Dia buru-buru menyikat gigi dan mencuci wajah, memilih satu gaun secara acak, lalu datang ke ruang makan untuk sarapan.Begitu melihat hidangan di atas meja makan, Clarin tak pelit memuji, “Pak Carles, sarapan yang kamu beli terlihat bergizi seimbang dan sangat menggugah selera.”Harganya pasti tidak murah.“Lumayan.” Carles berhenti sejenak, lalu tiba-tiba mengalihkan topik. “Clarin, apakah menurutmu keadaanku sekarang cukup sadar?”“Hah?” Clarin tampak bingung. “Kamu kelihatan segar dan bersemangat, seharusnya cukup sadar.”“Kalau begitu, aku ulangi sekali lagi, aku nggak akan minum alkohol sebanyak tadi malam lagi,” kata Carles dengan serius.Clarin tertegun tiga detik sebelum akhirnya paham.Tadi malam, Carles sempat berjanji tidak akan minum sebanyak itu lagi. Saat itu, Clarin mendengus dan

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 106

    Clarin terdiam selama tiga detik, lalu menghela napas dengan pasrah dan berjalan mendekati Carles.Carles menyampirkan lengan ke bahu Clarin, tubuh pun ikut bersandar padanya.Clarin terhuyung sedikit, berkata dengan kesal, “Lain kali kalau kamu minum sebanyak ini lagi, aku nggak akan peduli. Suruh penari-penari bar yang melayanimu saja!”“Aku nggak akan minum sebanyak ini lagi,” janji Carles.Dulu Carles sangat meremehkan orang-orang yang melampiaskan kesedihan dengan minum alkohol. Baginya, itu tingkah kekanak-kanakan dan tidak dewasa sama sekali.“Perkataan orang mabuk itu bahkan tanda baca pun nggak boleh dipercaya,” dengus Clarin ringan.Carles hanya bisa terdiam.Apa Clarin sedang meragukan ucapannya?Clarin memapahnya ke tepi tempat tidur. “Cepat tidur saja, nggak usah mandi lagi. Nanti malah terpeleset di kamar mandi sampai kepala bocor.”“Kalau nggak mandi, aku nggak bisa tidur.”Carles agak obsesif terhadap kebersihan. Kalau tidak mandi, dia merasa tubuhnya lengket dan tidak

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 105

    “Clarin, jangan alihkan topik pembicaraan!”Carles mencubit pipi kecil Clarin dengan satu tangan, memaksanya untuk saling bertatapan.Clarin merasa kesal sekaligus tak berdaya. “Jadi ini alasan kamu marah, lalu lari ke bar minum-minum? Kamu pikir aku diam-diam merencanakan perceraian denganmu, tapi kamu malah nggak mau pulang dan menanyai aku secara langsung? Kamu malah pergi minum .…”“Siapa bilang aku pergi minum karena marah?” Carles terlihat sedikit kehilangan muka. “Sekarang aku sedang mengonfrontasimu, justru kamu yang terus berusaha mengalihkan topik.”“Iya, iya, kamu nggak marah.”Clarin malas berdebat dengannya soal hal sepele.Dia pun menjelaskan dengan jujur, “Sebelumnya ada rekan kerjaku yang sering memesan dua porsi makanan, salah satu porsi tersebut selalu diberikan padaku. Aku kira dia kasihan padaku karena ayahku dirawat di rumah sakit dan kondisi keuanganku pas-pasan, makanya dia mentraktirku. Baru hari ini aku tahu ternyata semua makanan itu dibelikan oleh Melvin. Aku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status