Keesokan harinya adalah hari operasi ayah Clarin.Clarin bangun jauh lebih pagi dari biasanya.Setelah mandi, dia mengenakan sebuah gaun, menata rambut agar serasi, lalu mengoleskan lipstik tipis.Ketika melihat bayangannya sendiri di cermin, dia sempat tertegun.Sejak kejadian yang menimpa ayahnya, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang terpikir hanyalah bagaimana mencari uang lebih banyak. Selain waktu menghadiri acara tunangan Belinda, dia hampir tidak pernah berdandan rapi lagi.Suara ketukan pintu terdengar.Clarin tersentak kembali ke realitas. “Bu, ada apa?”“Clarin, sarapan sudah siap,” ujar Kirana dari luar.“Baik, aku segera datang.”Clarin menjawab sambil berjalan menuju pintu.Saat pintu terbuka, Kirana terpaku melihat putrinya yang berdandan begitu cantik. Kemudian, dia tersenyum dan memuji, “Hari ini anak ibu cantik sekali… ”Namun sesaat kemudian, nada suaranya melembut menjadi sendu. “Dulu sebelum ayahmu sakit, tiap akhir pekan dan sewaktu senggang, kamu selalu suka
Read more