Ucapan Darlene mengalir begitu saja, dan kontraknya pun jelas sudah lama dipersiapkannya."Jangan-jangan ... sejak awal kamu memang sudah merencanakan ini?" Swara mengerutkan kening menatap Darlene. Darlene hanya tersenyum tanpa menjawab.Studionya memang kekurangan tenaga kerja, sementara dana yang ada juga pas-pasan. Mencari orang yang kompeten, berpengalaman, tapi tidak menuntut gaji tinggi, jelas mustahil.Kebetulan, Darlene yakin setelah kejadian ini, Gianna pasti tidak akan mau menerima Swara lagi. Di sisi lain, mempertahankan Swara berarti bisa menghemat biaya. Baginya, ini solusi yang sama-sama menguntungkan.Akhirnya, Swara menandatangani kontrak magang itu. Setelah selesai menandatangani, dia masih sempat menyindir Darlene, "Jangan kira hanya karena kamu memberiku pekerjaan ini aku akan berterima kasih.""Aku nggak berharap kamu berterima kasih. Kamu nggak menjelek-jelekkanku di belakang saja sudah cukup."Dengan wajah memerah, Swara keluar dari ruang rapat.Darlene mengangka
Baca selengkapnya