공유

Bab 175

작가: Elyssa
Ucapan Darlene mengalir begitu saja, dan kontraknya pun jelas sudah lama dipersiapkannya.

"Jangan-jangan ... sejak awal kamu memang sudah merencanakan ini?" Swara mengerutkan kening menatap Darlene. Darlene hanya tersenyum tanpa menjawab.

Studionya memang kekurangan tenaga kerja, sementara dana yang ada juga pas-pasan. Mencari orang yang kompeten, berpengalaman, tapi tidak menuntut gaji tinggi, jelas mustahil.

Kebetulan, Darlene yakin setelah kejadian ini, Gianna pasti tidak akan mau menerima Swara lagi. Di sisi lain, mempertahankan Swara berarti bisa menghemat biaya. Baginya, ini solusi yang sama-sama menguntungkan.

Akhirnya, Swara menandatangani kontrak magang itu. Setelah selesai menandatangani, dia masih sempat menyindir Darlene, "Jangan kira hanya karena kamu memberiku pekerjaan ini aku akan berterima kasih."

"Aku nggak berharap kamu berterima kasih. Kamu nggak menjelek-jelekkanku di belakang saja sudah cukup."

Dengan wajah memerah, Swara keluar dari ruang rapat.

Darlene mengangka
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 180

    "Kok kamu tahu?" Kenward balik bertanya."Aku cuma nebak .... Kak Gianna sudah pulang cukup lama. Kamu seharusnya sudah mau cerai dengan Darlene, 'kan?" Sambil bertanya, Adelio mengamati reaksi Kenward dengan hati-hati.Saat Gianna baru kembali ke negara ini, Adelio sudah merasa Kenward seharusnya bercerai dengan Darlene.Namun, Kenward tidak tega melepaskan Darlene sebagai pengurus rumah tangga, sehingga perceraian terus tertunda sampai sekarang.Saat Adelio mengamatinya, Kenward pun diam-diam mengamati Adelio. Ini adalah pertama kalinya Kenward melihat sorot mata yang begitu penuh harap di mata Adelio."Kamu sangat berharap aku cerai dengan Darlene?""Tentu saja." Adelio menjawab tanpa berpikir panjang. Begitu selesai berbicara, dia melihat sorot mata Kenward langsung menjadi dingin."Aku 'kan mikirin Kak Gianna. Dia sudah begitu lama berada di sisimu, tapi nggak punya status yang jelas ...."Kenward terdiam."Kak Gianna sebenarnya pernah nangis di hadapanku beberapa kali. Katanya di

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 179

    Melihat Adelio memarahinya sampai terengah-engah dan wajahnya merah padam, Darlene pun menuangkan segelas air untuknya.Adelio sebenarnya masih ingin memarahi, tetapi begitu melihat Darlene menuangkan air untuknya, hatinya langsung melunak."Kamu itu sudah sebesar ini, bukan anak kecil lagi. Kenapa bisa begitu ceroboh? Pengacara di dunia ini begitu banyak, tapi kamu justru memilih yang paling buruk reputasinya ...."Setelah meneguk air, Adelio yang tadinya mulut kering tiba-tiba merasa air putih itu sangat manis.Darlene menatap Adelio yang sudah mengomel cukup lama, lalu tiba-tiba bertanya, "Adelio, kenapa akhir-akhir ini sikapmu padaku berubah begitu banyak? Ada sesuatu yang terjadi?"Tubuh Adelio langsung bergetar. "Masa sih? Mana mungkin! Nggak ada yang berubah kok!"Mulutnya menyangkal, tetapi wajah Adelio justru semakin merah seperti pantat monyet. Naluri Darlene mengatakan bahwa Adelio sedang menyembunyikan sesuatu darinya.Keduanya terdiam. Suasana menjadi agak canggung.Adelio

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 178

    Saat Fredric menunduk hendak menciumnya, Darlene dengan tegas mendorong Fredric menjauh."Dalam hal itu, Kenward sebenarnya nggak bermasalah."Merasa Darlene seperti sedang membela Kenward, Fredric terkekeh-kekeh. "Kalau begitu, alasanmu tetap ingin cerai dengannya ... pasti karena dia punya wanita lain di luar, 'kan?""Apa saja yang kamu ketahui?" Darlene tidak percaya Fredric sama sekali tidak tahu kondisi pernikahannya."Gianna adalah teman sekelas Kenward waktu SMA, juga cinta pertamanya. Saat lulus SMA, Kenward diputus sepihak olehnya. Gianna pergi ke luar negeri, tapi sekarang dia sudah pulang. Kenward menambah lini produk perhiasan demi dia, bahkan membukakan studio untuknya. Kalau dibilang mereka nggak ada apa-apa, jangankan aku, kamu sendiri pun pasti nggak percaya, 'kan?"Sebagai pengacara ternama, Fredric menguasai begitu banyak informasi. Hal itu sama sekali tidak mengejutkan Darlene."Aku pernah berniat menangkap bukti perselingkuhannya dengan Gianna, tapi sayangnya gagal.

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 177

    Meminta mereka meminjamkan 60 triliun padanya? Enam puluh triliun ....Bukan berarti dua orang itu tidak sanggup mengeluarkannya, tetapi apakah mereka mau meminjamkannya padanya? Darlene sendiri tidak punya kepastian.Sekalipun mereka mau meminjamkannya, sindiran dan ejekan pasti tidak akan terhindarkan.Di satu sisi, dia harus bercerai dengan Kenward. Di sisi lain, dia harus memohon pada orang-orang yang seumur hidup pun sebenarnya tidak ingin dia datangi.Darlene terjebak dalam dilema. Tangannya mengacak-acak rambutnya sendiri.Setelah meninggalkan Grup Bramantyo, Darlene menelepon Fredric. Awalnya telepon tidak tersambung. Sepertinya Fredric sedang sibuk menangani kasus.Menjelang sore, Fredric meneleponnya kembali.Malam hari di Kota Avranos dipenuhi cahaya gemerlap. Darlene tiba di depan kamar 9108 Hotel Violet. Inilah tempat yang ditentukan Fredric untuk bertemu dengannya.Di pelukan Darlene masih ada perjanjian perceraian yang diberikan Kenward padanya. Belum sempat dia mengetuk

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 176

    Darlene belum pernah melihat formasi sebesar ini sebelumnya. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah masuk.Kenward duduk, sementara tim pengacara hanya boleh berdiri di belakangnya."Bu Darlene, ini adalah perjanjian perceraian yang disiapkan oleh Pak Kenward." Wesley, ketua tim pengacara, mendorong sebuah dokumen ke hadapan Darlene.Katanya satu dokumen, tetapi sebenarnya itu setumpuk tebal. Jauh lebih tebal dibandingkan perjanjian perceraian yang sebelumnya disiapkan oleh Francis.Darlene merasakan firasat buruk. Dia mengernyit, mengangkat tumpukan perjanjian perceraian itu, lalu membacanya dengan sungguh-sungguh dari kata pertama.Ruang rapat sunyi senyap. Darlene membaca dengan sangat lama. Kenward pun tidak terburu-buru. Dia duduk di seberangnya, dengan sabar menunggu hingga Darlene selesai membaca. Senyuman menawannya tidak berubah sedikit pun.Darlene hampir menghabiskan satu jam penuh sebelum akhirnya selesai membaca."Bagaimana? Kalau nggak ada masalah, silakan tanda ta

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 175

    Ucapan Darlene mengalir begitu saja, dan kontraknya pun jelas sudah lama dipersiapkannya."Jangan-jangan ... sejak awal kamu memang sudah merencanakan ini?" Swara mengerutkan kening menatap Darlene. Darlene hanya tersenyum tanpa menjawab.Studionya memang kekurangan tenaga kerja, sementara dana yang ada juga pas-pasan. Mencari orang yang kompeten, berpengalaman, tapi tidak menuntut gaji tinggi, jelas mustahil.Kebetulan, Darlene yakin setelah kejadian ini, Gianna pasti tidak akan mau menerima Swara lagi. Di sisi lain, mempertahankan Swara berarti bisa menghemat biaya. Baginya, ini solusi yang sama-sama menguntungkan.Akhirnya, Swara menandatangani kontrak magang itu. Setelah selesai menandatangani, dia masih sempat menyindir Darlene, "Jangan kira hanya karena kamu memberiku pekerjaan ini aku akan berterima kasih.""Aku nggak berharap kamu berterima kasih. Kamu nggak menjelek-jelekkanku di belakang saja sudah cukup."Dengan wajah memerah, Swara keluar dari ruang rapat.Darlene mengangka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status