Cukup lama Soraya diam, mencerna ucapan George. Matanya menatap langit-langit kamar yang tinggi, mencoba mencari oksigen di ruangan yang tiba-tiba terasa hampa udara. Dia membayangkan benih George bertemu dengan sel telurnya, menciptakan kehidupan yang akan mengikatnya selamanya pada pria manipulatif ini, menutup pintu kebebasannya, dan, yang paling menakutkan, menghancurkan perjanjian tak tertulisnya dengan Damien. Damien tidak akan mentolerir ini. Damien tidak mau berbagi wadah.Soraya mengumpulkan sisa keberaniannya yang terserak. Dia menyingkirkan tangan George dari perutnya dengan gerakan pelan namun tegas.Sampai akhirnya berkata, suaranya parau namun tidak bergetar, "Aku tidak mau."George, yang sedang menikmati fantasinya sendiri, mengerjap. Dia menoleh, menatap profil samping wajah istrinya. "Apa katamu?""Aku tidak mau punya bayi sampai kasusku selesai," ulang Soraya, kali ini menoleh untuk menatap mata suaminya. Tatapannya tajam, defensif. "Dan sekarang bukan waktu yang tep
Last Updated : 2026-01-05 Read more