Malam kelima perjalanan menuju Negeri Wangsa datang dengan dingin yang tidak wajar.Angin menusuk, membawa hawa lembab yang merayap ke tulang. Api unggun kecil berkerlip lemah, nyalanya tercekik angin dan debu. Di balik bayang batu, Athena terbaring dengan napas tersendat—kulitnya pucat, bibirnya kering, dan tubuhnya gemetar hebat.Jason berlutut di sisinya.Tangannya cekatan, naluri dokternya mengambil alih sebelum rasa lelah sempat menuntut. Ia membuka perban, memeriksa luka lama yang belum sepenuhnya pulih, lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi Athena.Panas.Panas yang tidak wajar.“Terlalu panas,” gumamnya, dahi berkerut.Tanpa ragu, ia memanggil Kotak Medis Sistem. Sebuah botol kecil muncul di telapak tangannya—tetes bening dengan cahaya lembut, berdenyut seperti denyut nadi.Athena membuka mata setengah. “Itu… apa?” suaranya lirih, hampir tenggelam oleh angin.Jason menurunkan nada suaranya, seolah takut mengganggu malam itu sendiri. “Harapan.”Athena tersenyum samar—senyu
Última actualización : 2025-12-20 Leer más