Angin selatan menyapu dataran dengan kasar.Angin ini membawa bau asin dan panas—bukan aroma laut yang menenangkan, melainkan hembusan padang tandus yang kering, pahit, dan tajam, seolah setiap tarikan napas mengikis kulit dan kesabaran sekaligus. Pasir beterbangan, menampar wajah, menyusup ke lipatan pakaian, menempel di keringat.Jason terus berlari.Langkahnya cepat, terukur, tanpa ragu.Bukan lagi sebagai tabib yang menyelamatkan nyawa. Bukan pula sebagai pahlawan kerajaan.Ia berlari sebagai buronan.Di belakangnya, derap kuda bergema—berat, teratur, seperti guntur yang tak pernah berhenti mengejar. Siang dan malam, tanpa jeda, pasukan Kerajaan Sangkala terus memburu mereka. Jika satu kelompok berhenti, kelompok lain menggantikan. Sistematis. Kejam. Tak mengenal lelah.Ratu Safira telah memberi perintah jelas... Jason—ditangkap hidup atau mati.Kesempatan untuk menyingkirkan Jason yang tak disia-siakan oleh Ratu Saffira. Ratu khawatir Jason suatu saat akan menyembuhkan Raja Ward
Baca selengkapnya