Langit di atas istana terasa menekan, seakan seluruh kubah malam runtuh dan tumpah ke dalam ruangan sempit itu.Aura Jason meledak—tanpa suara, tanpa kilat—namun tekanannya nyata. Api lampu minyak langsung merunduk, sumbu bergetar hebat seperti ditiup badai tak kasatmata. Bayangan di dinding berkerut, udara mengental, sulit dihirup.Darius menyipitkan mata.Untuk pertama kalinya sejak ia muncul, pembunuh legendaris itu tidak langsung menyerang.“Raja Bela Diri…” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar di tengah tekanan yang menindih dada. “Seharusnya makhluk seperti itu tidak ada di istana rapuh ini.”Jason maju setengah tapak.KRAK—Lantai batu di bawah telapak kakinya retak halus, garis-garis tipis menjalar seperti saraf mati. Tatapannya tajam, dingin, tanpa emosi berlebih.“Dan Ilmu Pedang Dewa Neraka,” balasnya datar, “juga tak pantas dipakai untuk melayani bangsawan pengecut.”Sudut bibir Darius terangkat sedikit.Bukan ejekan. Bukan kemarahan.Pengakuan.Lalu—Ia lenyap.Satu kedip
Última actualización : 2025-12-31 Leer más