Jason menembus perbatasan… tanpa satu pun pedang terhunus.Malam menurunkan selimut kabut tebal di jalur dagang Sangkala–Wangsa. Udara lembab menempel di kulit, menyusup hingga ke tulang. Lentera-lentera penjaga bergoyang malas, cahayanya merambat pucat di atas tanah becek. Langkah kaki prajurit terdengar berat... bukan oleh kewaspadaan, melainkan oleh rutinitas yang membosankan.Tak satu pun dari mereka menyadari bahwa di antara kereta pengangkut gandum dan peti obat kerajaan… seorang pria berbalut mantel kusam duduk tenang.Napasnya menyatu dengan bau jerami basah, besi karat, dan kayu tua. Tatapannya tertutup bayangan tudung, namun kesadarannya tajam. Setiap derit roda, setiap percakapan penjaga, setiap perubahan langkah... semua tertangkap jelas.“Sekarang.”Bisikan itu nyaris menyatu dengan desau angin.Dari balik terpal, seorang pria merayap keluar. Wajahnya biasa, tubuhnya tak mencolok, pakaian pedagang jalanan. Namun matanya… dingin, tajam, tak berpendar emosi.Mata-mata Keraj
Última actualización : 2026-01-24 Leer más