Di sebuah kediaman mewah yang tersembunyi di balik tirai malam, aroma arak dan pewamgi murahan masih menggantung di udara. Empat kamar berbeda, namun diisi oleh orang-orang yang sama-sama terlelap setelah berpesta dengan para wanita bordil hingga larut.Tuan Besar Kalingga terbangun lebih dulu ketika pintu kamarnya diketuk keras.“Tuanku,” suara seorang tangan kanan terdengar tergesa dari balik pintu, “Kaisar memanggil Anda ke istana. Segera.”Mata Tuan Kalingga terbuka lebar. Ia duduk, kepalanya berdenyut hebat. Seorang wanita di sampingnya bergumam lalu kembali tertidur.“Brengsek,” decaknya kesal sambil bangkit. “Karena terlalu banyak minum aku sampai bangun terlambat. Gara-gara pesta itu.”Ia meraih jubahnya tanpa membersihkan diri, wajahnya justru tampak bersemangat. “Kalau kaisar memanggil sekarang,” gumamnya sambil tersenyum tipis, “berarti beritanya sudah tiba.”Ia segera bergegas, tak sabar mendengar berita baik baginya. Di kamar lain, Rano Kusuma, Menteri Kiri Bao Lin, dan
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-14 อ่านเพิ่มเติม