Gadis itu berdiri tegak, tubuhnya tampak utuh, tak ada luka sedikit pun. Namun tatapannya dingin dan kosong, seolah ada sesuatu yang tertinggal jauh di balik matanya. “Lily!” seru Nyonya Nindi sambil berlari menghampiri. Ia langsung memeluk Lily erat-erat. “Syukurlah … syukurlah kau sudah kembali,” ucapnya terisak. “Ibu pikir terjadi sesuatu padamu.” Lily membalas pelukan itu, meski gerakannya terasa kaku. “Maaf, Bu,” katanya pelan. “Aku membuat Ibu khawatir.” Elena menatap Lily dengan saksama. Alisnya sedikit berkerut, sorot matanya tajam, seolah mencoba membaca sesuatu yang tersembunyi. “Kau tidak apa-apa?” tanya Elena. Lily mengangguk sambil tersenyum manis seperti biasa. “Aku baik-baik saja.” * Keesokan paginya, ruangan Elena dipenuhi suasana tegang. Tirai jendela terbuka setengah, membiarkan cahaya matahari pagi masuk, namun tak satu pun wajah di dalam ruangan itu terlihat tenang. Elena berdiri di depan meja, menatap Caspian, Rando, Lily, serta kedua kakak Lily, Satya dan
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-19 อ่านเพิ่มเติม