Aula pengadilan kekaisaran menjadi semakin sunyi setelah semua bukti dipaparkan. Para pejabat, bangsawan, dan tamu dari berbagai kekaisaran menatap ke arah tengah aula, tempat Rangga berdiri dengan tangan dan kaki dibelenggu besi. Wajahnya pucat, napasnya berat, dan sorot matanya mulai kehilangan keberanian yang tadi ia tunjukkan.Kepala Pengadilan Kekaisaran perlahan menutup gulungan bukti yang tadi dibacanya. Ia lalu menoleh ke arah singgasana tempat Kaisar Noah duduk.“Yang Mulia Kaisar,” katanya dengan suara hormat.Kaisar Noah yang sejak tadi diam memperhatikan jalannya persidangan hanya menatapnya beberapa saat. Wajahnya tenang namun penuh wibawa.Setelah beberapa detik, Kaisar Noah mengangguk. “Jatuhkan hukuman.”Suasana aula langsung terasa lebih tegang.Kepala Pengadilan Kekaisaran menundukkan kepala dengan hormat. “Hamba mengerti, Yang Mulia.”Ia menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara dengan suara lantang agar semua orang di ruangan itu bisa mendengarnya.“Setelah mempe
Read more