Arumi terlonjak, dan langsung melompat dari atas tempat tidurnya. Ia benar-benar shock saat mendapati Langit, sudah berada di dalam kamar tidurnya. Jantungnya berdegup kencang, napasnya tersendat.“Om, Om ngapain ke sini? Ini kamar Arum, Om salah kamar,” bisik Arumi. Ia tidak mau kalau sampai Selena atau Rangga melihat pria itu ada bersamanya, dalam kamar lagi. Yah, walau Langit adalah suaminya yang sah. Tetap saja, ini tidak benar bagi Arumi.“Kenapa memangnya? Toh, saya masuk ke kamar istri saya sendiri, apa itu salah?” ucap Langit santai.“Ih, Om. Ya jelas salah lah. Kan Om harusnya sekarang sama Mama. Kenapa malah ke sini?” Arumi kesal, tapi tetap mengatur volume suaranya.“Kamu salah. Saya harusnya di sini, bersama kamu, bukan dengan Selena,” tutur Langit lagi.Langit lalu melangkah maju mendekati Arumi. Sorot matanya yang semula tajam perlahan berubah menjadi redup penuh kerinduan. Ia mengulurkan tangan kanannya, bermaksud untuk membelai pipi Arumi yang masih tampak sembab, ata
Terakhir Diperbarui : 2026-02-15 Baca selengkapnya