"Sudah berapa kali Ibu bilang. Kamu jangan melakukan hal yang berbahaya," kata Halimah memarahi Laila. Halimah sudah menganggap Laila sebagai anaknya. Jadi dia takut ketika melihat Laila yang bisa membahayakannya dan kandungan. "Maaf Bu," sahut Laila bersalah. "Bu, jangan di marahin lagi. Kasihan Laila," ujar Burhan masuk ke dalam rumah setelah memetik beberapa mangga muda. "Ini, Bu," sambung Burhan menaruh mangga yang di dalam ember di atas meja. "Kamu tunggu di sini. Jangan kemana-mana lagi. Ibu mau ambil pisau," kata Halimah memperingati Laila. "Tuh kan, kamu dimarahi Ibu lagi. Kenapa nggak bilang sama Bapak tadi," ujar Burhan duduk di sofa samping Laila. "Laila pikir bisa diambil pakai tangan langsung," elak Laila. "Kamu ini ada-ada aja." Laila menunggu Halimah mengupas mangga. Sudah tidak sabar ingin memakannya. Saat lagi menunggu, suara handphone yang berada di dalam kamar berdering. "Laila, handphone kamu bunyi tu," ujar Burhan. "Ah, Iya Pak. Bu, sebentar ya. Laila
Last Updated : 2026-01-12 Read more