Risma yang mendengar keributan suaminya, segera menyusul Cipto ke depan pintu kamar. "Ada apa sih, Mas? Berisik banget! Nanti Ares bangun lagi," bisik Risma."Ares! Ares saja yang kamu urusi! Nasib Mas gimana ini? Mayang nuntut cerai Mas!" Cipto mengibas-ngibaskan lembaran kertas surat di depan wajah Risma dengan raut kesal."Hah? Mbak Mayang nuntut cerai, Mas? Aduh, gimana dong? Risma juga bingung …" sahut Risma belagak polos.Padahal, dalam hati ia juga menyetujui tindakan Mayang. Jujur saja, kalau dia yang berada dalam posisi Mayang, pasti dia juga akan melakukan hal yang sama."Tidak bisa! Ini tidak boleh terjadi, Risma! Mayang harus menarik gugatannya. Mas tidak mau bercerai. Selamanya Mayang akan tetap menjadi istri pertama mas dan kamu jadi istri kedua. Mas akan berusaha adil untuk kalian berdua," ucap Cipto, nafasnya tersengal."Terus … mas mau ngapain?" tanya Risma penasaran."Ponsel mas mana?? Sialan! Sialan kamu, Mayang! Kualat kamu sama suami, Mayang! Mas harus pakai jurus
Read more