Keesokan harinya, Gilang kembali mengikuti ujian yang berhasil dia selesaikan dengan sempurna. Lalu, seusai mengikuti ujian dua mata kuliah, Gilang merasa energinya sangat terkuras. Dia pun berjalan cepat ke arah kantin kampus untuk mengisi perutnya."Teh manis satu, Bu... sama ayam geprek. Level satu aja," pesan Gilang pada ibu kantin.Pesanannya tersaji cepat. Ibu kantin kelihatan lagi sumringah hari ini-mungkin karena sukses menggoda tukang bangunan yang sedang merenovasi gedung kampus lama. Buktinya, di pojok kantin udah ada dua pria berkulit gelap dengan otot lengan menonjol, makan santai sambil selonjoran, kaki mereka terangkat seenaknya.Ayam geprek di depan Gilang mendadak mengingatkannya pada Sabrina. Ia pun meraih ponsel, memotret makanannya, lalu mengirimkan gambar itu ke Sabrina dengan keterangan: ayam geprek level sepuluh tapi bo'ong.Setelah menyimpan kembali ponselnya, Gilang bersiap menyantap makanannya dengan khidmat-karena tidak ada..."Maneh mah kitu, ninggalkeun ai
Read more