Mobil kantor Indra berhenti di depan sebuah rumah dua lantai yang dindingnya dipeluk tanaman rambat, menjulur dari balkon lantai atas hingga hampir menyentuh tanah. Tepat di seberangnya berdiri rumah dua lantai lain dengan arsitektur serupa, hanya saja tampil lebih modern.Tetanggaan, kata Indra. Ya, lebih tepatnya, saling berhadapan di seberang jalan.Itulah sebabnya, ketika mengetahui Mayang lebih memilih Cipto daripada dirinya, Indra memutuskan pergi-melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan menghilang sejauh mungkin dari kehidupan Mayang. Baru sekitar sepuluh tahun lalu ia kembali ke Indonesia. Sejak itu, Indra berkelana dari satu perusahaan ke perusahaan lain sebagai Business Development, hingga akhirnya berlabuh di sebuah perusahaan home appliances bergengsi di tanah air."Sudah sampai. Mau aku bantu angkat koper?" tanya Indra sambil melepas sabuk pengamannya."It's okay, Ndra. Aku bisa sendiri. Terima kasih sudah memberi tumpangan," sahut Mayang, bergegas membuka pintu mobil. "
Read more