Jenderal Shang sudah berdiri di depan gerbang kediamannya yang tertutup rapat. Wajahnya tanpa ekspresi, punggungnya tegak tidak seperti orang yang baru saja bertarung dengan maut. 'Siapa yang tidak jatuh hati pada wanita semenarik dia?' Ucapan Miao Feng kembali bergema, jelas, tenang, seolah belum lama terucap. Pandangan jenderal Shang lurus ke depan, menembus daun pintu kayu yang tertutup rapat. Ekspresinya tidak berubah, tapi matanya sedikit mengeras, seperti seseorang yang sedang menimbang sesuatu yang tidak ingin dia akui. Seiring berjalannya waktu, tangan pria itu terangkat. Handle gerbang didorong. Kayu gerbang berderit seiring gerbangnya bergerak. Suaranya pelan, panjang, memecah keheningan siang. Saat celah terbuka, angin dari dalam halaman menyapu keluar. Kelopak-kelopak bunga persik beterbangan, berwarna merah muda pucat, jatuh satu per satu, seolah sengaja menyambut langkahnya. Musim gugur baru saja menyentuh halaman itu—tidak dingin, tidak hangat, hanya cukup untuk m
Last Updated : 2026-01-07 Read more