Bug! Tumpukan buku bersampul tebal diletakkan di hadapan Shen Liu Zi, disusul suara Shen Liu Bei yang terdengar tertahan—bukan sedih, melainkan jengkel. “Mereka saksi bisnis keluarga Shen.” Shen Liu Zi tidak menjawab. Jarinya langsung membuka lembar demi lembar buku itu. Angka, cap merah, serta nama-nama pihak luar berjejer rapi. Ekspresinya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja kehilangan orang terkasih. Sesekali kepalanya mengangguk kecil, seolah setiap baris yang dibaca menguatkan sesuatu di dalam benaknya. Shen Liu Bei berdiri di samping meja, bertumpu pada tongkat. Dadanya naik turun, menahan amarah yang sejak lama dipendam. “Lihat ini,” lanjutnya dengan suara menurun, tapi tajam, “saat bisnis berjalan lancar, mereka berlomba-lomba menyebut diri sebagai mitra keluarga Shen. Anggur terbaik mereka minum, daging terbaik mereka santap, keuntungan dibagi tanpa pernah terlambat.” Tangannya mengepal. “Begitu longsor terjadi, begitu keluarga kita tersudut, mereka s
Terakhir Diperbarui : 2025-12-29 Baca selengkapnya