“Agni! Dek?” panggil Rossi memasuki dapur. Sejenak, ia berdiri di tengah dapur sambil celingukan mencari sosok sang adik yang belum lagi kelihatan setelah meninggalkan meja makan tadi. Rossi pikir, sangatlah perlu ia menemui adiknya karena ia yakin betul jika Agnia pasti merasa sedih saat mendengar celetukan papa mereka tadi. Bagaimanapun, Agnia itu adik sematawayangnya. Rossi tidak akan membiarkan Agnia kembali bersedih setelah melewati banyak hal menyakitkan di masa silam. “Loh, kok, Agni gak ada di sini? Bukannya tadi bi Meri bilang kalo Agni ada di dapur lagi nyuci piring,” gumam Rossi mengernyit bingung. Sambil berkacak pinggang, ia mengedarkan pandang ke sepenjuru dapur. Lalu, tidak lama kemudian bi Meri pun muncul sambil menenteng sapu di tangan kanannya. “Bi, mana Agnianya? Kata Bibi tadi dia ada di dapur. Tapi, kok, saya kesini dapurnya kosong,” lontar Rossi memprotes.Membuat Bi Meri mengerjap bingung, di tengah tangan kiri yang sibuk menggaruk kepala sambil berkata, “I
Read more