“Aku udah selesai,” ucap Agnia menyudahi. Dia bangkit berdiri, tanpa menghabiskan sisa makanannya di piring.“Loh, Nia … makananmu belum habis loh itu,” lontar Desi buka suara. Semua mata spontan memandang ke arah Agnia yang tengah berdiri. “Iya, Nia. Paling tidak, habiskan dulu makanannya. Masih banyak loh sisa nasi dan lauk di piringmu,” timpal Intan. Ikut setuju pada ibunya yang sempat mengomentari piring putri bungsunya. “Agnia udah kenyang, Ma, Nek. Agnia duluan,” sahut wanita itu tegas. Lalu, ia pun benar-benar melenggang pergi sambil membawa piring dan gelas bekas dirinya sendiri. Mengabaikan semua mata yang sempat tertuju ke arahnya dengan berbagai macam sorot yang berbeda-beda. Terutama Irgi. Pria itu seolah tahu jika Agnia sedang merasa tidak nyaman setelah mendengar perkataan Rossi yang seperti menyinggungnya.“Permisi semuanya. Saya izin ke toilet,” gumam Irgi tiba-tiba. Tanpa harus menunggu sahutan dari siapapun, ia sigap beranjak dan mulai berjalan meninggalkan areal
Last Updated : 2026-01-31 Read more