“Nia, malam ini kamu gak usah ke rumah sakit dulu ya. Biar mama aja yang jagain nenek. Kamu di rumah aja temenin papa dan kakakmu. Katanya, kakakmu juga mau kenalin kamu sama suaminya. Pas nikahan kakakmu dulu, kamu kan gak dateng…” tutur Intan memberitahu. Untuk sesaat, sedikit membuat Agnia melenguh kecewa karena niat hati yang ingin buru-buru pergi dari rumah orangtuanya, tetapi malah harus gagal gara-gara ucapan sang mama. “Tapi, Ma. Aku—” “Sayang, cuma malam ini aja. Besok, kamu udah boleh ke sini lagi. Mama janji,” ujar Intan menyela. Mau tidak mau, mengharuskan Agnia harus patuh demi menghindari sebuah perdebatan. “Ya udah, deh. Tapi kalo ada apa-apa sama nenek, mama langsung telepon aku ya!” “Iya. Kamu juga ya, jangan sungkan buat telepon mama kalo papa kenapa-kenapa.” pungkas Intan mengakhiri percakapan. Bersama itu, Agnia pun menghela nafas berat seiring dengan ia yang refleks mendecak dan berkata, “Padahal gue lebih suka nungguin nenek di icu daripada di sini.” Meski
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya