“Sini … biar gue bantu tetesin obat merahnya ke kaki lo,” ucap seseorang menghampiri Agnia. Membawa kotak obat lengkap di tangannya. Agnia mendongak. Lalu, tangannya sigap terulur guna mengambil kotak tersebut. Akan tetapi, alih-alih memberikan kotak obatnya, cowok bernama Rian itu pun justru malah refleks berlutut tepat di hadapan Agnia. “Biar sama gue aja. Lagian, kaki lo terluka juga gara-gara gue,” ujar cowok itu merasa bersalah. Kemudian, ia pun mulai membuka kotak obat di tangannya di tengah Agnia yang merasa tidak enak kalau harus merepotkan. “Eh, gak perlu, Yan. Biar gue sendiri aja yang tetesin obat merahnya ke luka gue,” tukas Agnia menolak. Bersiap merebut kotak obat di tangan Rian, tetapi dengan cepat pula Rian agak menjauhkan kotak obatnya agar Agnia tak bisa merebutnya. “Udah, Nia. Biar gue aja. Mana coba lihat.” Rian bersikeras. Alhasil, Agnia pun hanya bisa menghela nafas seiring dengan Rian yang mulai menuangkan cairan alkohol dalam botol ke permukaan kapas.“Ini
Read more