Mark tidak main-main dengan ucapannya semalam. Dia benar-benar ingin dipertemukan dengan ayah tiriku. Siang ini, aku, Mark, dan Lily pergi ke rumah lama keluargaku. Di mana di sana, Ryan Nolds—ayah tiriku—tinggal sendirian. “Di sini banyak kabut, ya, Ibu?” Aku menoleh untuk menatap Lily di kursi belakang. Sambil mengangguk pelan, aku menjawab, “Iya, Cantik. Suhu udara di sini juga sedang sangat rendah, jadi kabut yang turun semakin banyak.” Lily menenggelamkan dagunya ke dalam leher dari jaket tebal berwarna pink yang membalut tubuhnya, lalu bergumam gemas, “Dingin....” Aku beralih menatap Mark dan saling melempar senyum simpul dengan pria itu. Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit dari kabin milik Mark, akhirnya kami tiba di tempat tujuan kami. Aku sudah mengabari ayah tiriku lewat telepon tadi pagi, sehingga ayahku itu menunggu kedatangan kami di teras rumah. “Siang, Ayah!” sapaku usai menurunkan Lily dari mobil, lalu berjalan menghampiri ayah tiriku di teras
Last Updated : 2026-01-17 Read more