Home / Romansa / Di Ranjang Sepupu Suamiku / 31. Bisnis Gelap Regan

Share

31. Bisnis Gelap Regan

Author: Wideliaama
last update Huling Na-update: 2025-12-06 16:53:56

Sementara Clara menatap toko barunya dengan perasaan campur aduk, Regan berdiri di sebuah ruangan bawah tanah dengan suhu yang menusuk tulang. Dinding baja, lampu operasi menyilaukan, dan enam pria bersetelan gelap berjaga seperti bayangan tanpa suara.

Di hadapannya, seorang lelaki berusia sekitar enam puluh terbaring tak sadarkan diri. Dan dia adalah orang yang berani membayar ratusan juta dolar hanya untuk memastikan Regan menjadi satu-satunya yang menyentuh jantungnya.

“Dokter Regan,” ucap seorang pria tua dengan lambang negara di jasnya. Suaranya penuh ketegangan terkontrol. “Kami mengandalkan Anda. Tidak boleh ada kesalahan.”

Regan menarik napas perlahan sembari mengenakan sarung tangan bedah. Gerakannya tenang, tanpa sedikit pun keraguan. Seolah apa yang akan ia lakukan hanyalah rutinitas lain yang sudah terlalu sering ia hadapi.

“Jantungnya?” tanya Regan.

“Baru tiba,” jawab staf itu. “Prosedurnya tetap seperti kesepakatan. Tidak ada berkas medis ataupun rekam jejak. Buat seak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   70. Sumpah

    Regan menampar wajahnya sekali lagi begitu keras sampai suaranya terdengar perih meninggalkan bekas yang terpampang nyata. Regan mengutuk dirinya sendiri karena telah menyakiti Clara seperti seorang bajingan padahal ia sudah berjanji untuk tidak melakukannya. "Aku sudah menyakitimu lagi," sesal Regan. Pandangannya jatuh pada pergelangan tangan Clara yang memerah bekas cengkeramannya, juga jejak giginya yang masih terlihat di beberapa bagian tubuh wanita itu."Demi Tuhan aku tidak bermaksud melukaimu. Aku hanya..." Regan menunduk malu karena ia bahkan tidak bisa menjelaskan kekalutan yang ada di dalam dirinya pada perempuan yang paling ia cintai. Regan Oliver Mananta bukan hanya mewarisi kekayaan dari dua garis keluarga, tetapi juga sisi gelap keluarga Oliver—obsesi yang berlebihan terhadap apa pun yang ingin dimiliki. Seperti Maria yang mengejar kekuasaan hingga rela mengorbankan putranya sendiri, Regan sadar bahwa cinta yang ia rasakan pada Clara telah melampaui batas kewajaran. Ia

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   69. Lepas Kendali

    Pintu utama rumah Mananta terbuka perlahan, disusul aroma kayu tua dan wangi mawar dari taman samping yang selalu dirawat dengan telaten. Rumah besar itu akan selalu menyambut kedatangan mereka sebab di sana lah Regan dan Clara telah tumbuh meski dengan status yang berbeda. "Dimana Kakek?" Regan bertanya pada Rose yang menyambut di depan pintu. "Tuan Besar ada di ruang tengah, Tuan Muda." Regan membawa Clara masuk, tangannya tetap menggenggam jemari wanitanya dengan erat. Langkah mereka menyusuri lorong panjang berlantai marmer yang berkilau, dindingnya masih dipenuhi foto-foto lama keluarga Mananta. Di ruang tengah, Tuan Jusuf berdiri di dekat jendela besar yang menghadap taman. Tubuhnya masih tegap, bahunya lebar. Rambutnya memang telah memutih sebagian, namun sorot matanya tajam dan penuh wibawa. Saat mendengar langkah mereka, Tuan Jusuf berbalik.“Kalian akhirnya pulang,” ucapnya tenang, namun ada nada sindiran tipis yang jelas ditujukan pada cucunya. Sorot mata Tuan Jusuf ta

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   68. Kecemasan

    Clara cepat-cepat menyeka air matanya sebelum isaknya sempat terdengar. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih tidak beraturan. Namun tubuhnya berkhianat. Kakinya terasa lemah, dan punggungnya bersandar pada dinding dingin di koridor dapur.“Bee?”Suara Regan memanggilnya lembut, namun cukup untuk membuat Clara terlonjak. Ia tidak tahu sejak kapan pria itu menyadari kehadirannya. Regan mematikan kompor dan berbalik, wajahnya langsung berubah saat melihat mata Clara yang memerah.“Ada apa?” cemasnya sambil melangkah mendekat. Clara menggeleng cepat. “Tidak apa-apa. Aku hanya baru bangun.”Regan tidak langsung percaya, tetapi ia memilih diam. Ia meraih tangan Clara, menggenggamnya hangat lalu menariknya masuk ke pelukan. Aroma masakan, sabun, dan dirinya sendiri menyatu dan itu saja sudah cukup untuk membuat Clara merasa lebih tenang. “Kamu menangis,” ucap Regan. “Aku hanya mimpi aneh. Mungkin karena kelelahan.”Regan menghela napas, lalu mencium ra

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   67. Potongan Ingatan (21++++++)

    Clara tidak tahu sudah berapa kali mereka bercinta seharian ini. Ia bahkan tidak tahu apakah di luar sana langit masih terang atau sudah kembali gelap karena Regan terus mencumbunya tanpa rasa lelah seperti singa yang sedang birahi. Dan itu berlangsung sejak tiga hari lalu setelah Regan memperlihatkan akta pernikahan mereka, tepat setelah ia terbangun dari percintaan panas yang ia sendiri pun tidak ingat bagaimana itu berakhir. Ini semua karena salahnya sendiri yang meminta Regan untuk tidak menahan diri. Dan Clara baru tahu bahwa Regan Oliver Mananta ternyata memiliki gairah seksual segila ini. Clara merasa sudah tidak bertenaga ketika Regan mengangkat tubuhnya dan menyadarkannya di dinding ruang TV sambil terus mencium turun perut bawahnya yang halus. Ia hanya bisa melenguh frustasi setiap kali Regan bermain-main di puncak kecilnya menggunakan mulut. "Sampai kapan kita akan terus seperti ini?" Clara tidak tahan lagi. Ia sudah berkali-kali mendapat pelepasan sampai tubuhnya terasa

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   66. Pengampunan (21+++++)

    "Oh, Regan..."Clara hanya bisa mendesis dan menggelinjangkan tubuh ketika Regan menumbuknya tanpa ampun. Ia memang mempersilahkan pria itu untuk melakukan apa pun tanpa perlu berusaha menahan diri lagi seperti sebelumnya. Ia hanya tidak menyangka jika Regan akan sangat bersemangat dan masih belum juga selesai setelah Clara mengejang dalam keadaan kacau dan sebenarnya memalukan untuk dilihat. "Kamu sungguh cantik, Be..." Seolah belum puas, Regan mengangkat tubuh Clara agar menduduki pangkal pahanya tanpa melepaskan inti mereka. Clara hanya menurut karena ia sendiri sesungguhnya sudah hampir pingsan setelah terus didera tanpa henti. Tapi ia tidak ingin Regan kecewa setelah meyakinkan pria itu bahwa dirinya siap menerima apapun. Clara berpegangan pada bahu Regan yang sedang dalam posisi setengah duduk. Regan Oliver Mananta adalah pria yang sangat keras dan besar. Clara baru saja tahu jika bercinta dalam posisi ini akan membuat dirinya terasa lebih penuh dan sesak sampai bibirnya te

  • Di Ranjang Sepupu Suamiku   65. Aroma Mie Instan

    Regan tidak mengira jika ia akan tertidur sampai berjam-jam karena tubuhnya memang terasa ringan setelah dipijat oleh Clara. Saat terbangun, ia melihat jam sudah pukul sembilan malam dan Clara tidak ada di kamar. Regan segera keluar untuk mencari Clara dan rupanya wanita cantik berambut hitam itu sedang menyantap mie instan sambil menonton TV di ruang tengah. "Maaf aku ketiduran," ucap Regan lalu mencium pipi Clara dari belakang sofa. Clara mendongak. "Kenapa sudah bangun?" "Karena kamu tidak ada," jawab Regan kemudian ikut duduk di sampingnya. "Kenapa tidak membangunkanku kalau lapar?""Aku tidak lapar. Aku makan mie instan karena di luar sedang hujan."Clara mengucapkannya dengan bibir mengkilap karena minyak dari mie instan yang ia makan. Meski sebenarnya mangkuk itu sudah kosong, tapi aroma soto masih tercium dari bibirnya. "Cuaca di luar memang sedang dingin," ucap Regan yang tiba-tiba mengusap bibir Clara dengan ibu jarinya yang keras. "Apa kamu masih kedinginan?"Sepertiny

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status