Ruangan yang begitu engab serta lembab itu kini sedikit terbuka pintunya. Seorang wanita melolong, meronta, minta ingin segera dilepaskan. Namun, tak ada jawaban yang menyambut kata-katanya. Di ujung ruangan, seorang wanita dengan keadaan begitu memprihatinkan duduk berjongkok sambil memeluk kedua lututnya sendiri. Tatapannya sendu, lingkar hitam yang menyembul di kedua bawah matanya menandakan jika ia tidak pernah lagi tidur dengan posisi yang nyaman dan nyenyak. Ah, bagaimana bisa ia tidur dengan nyaman? Sednagkan kondisi ruangan itu sendiri begitu lembab, bau, dan gelap. “Lepaskan aku!” Ia terus meronta. Bruak! Hans mendorong tubuh Zatulini tepat ke ujung tembok hingga tubuhnya terjerembab dan menabrak sebuah kayu yang menempel dengan tembok. “S-siapa, kau!” Wanita yang sebelumnya sudah menghuni ruangan itu cukup lama, bertanya dengan meraba ke asal suara. Ruangan yang begitu gelap membuat mereka tidak melihat dengan jelas. “S-Selena? Kau Selena?” Zatulini merab
Última actualización : 2026-01-02 Leer más