Hans mengepalkan kedua tangannya saya melihat Kama memeluk wanita lain selain Sutra. Dadanya berderu membara. Namun, pria itu masih mencoba untuk bisa mengendalikan kemarahannya. Setidaknya, setelah pulang dari kediaman wanita itu, ia akan memberikan pelajaran untuk Kama. Wanita itu mengintip Hans dari balik punggung Kama. “Dia siapa, Kama?” “Oh, ya. Ini, Hans. Dia orang kepercayaanku selama ini. Hans, perkenalkan ini Ellies.” Hans mencoba tersenyum dan menyambut kabatangan dari gadis bernama Ellies. “Ayo, masuklah.” Hans memegang pergelangan tangan Kama dengan kuat, saat Ellis berjalan di hadapan mereka. “Kau pernah berjanji padaku, jika tidak akan pernah melukai hati Sutra! Kau lupa itu, Tuan?” bisik Hans dengan nada penuh penekanan. Kama menggeleng. “Ayo, silakan duduk.” Ellies kembali menoleh, tatapannya kemudian fokus pada jemari Hans yang begitu rapat di pergelangan tangan Kama. “Oh, kalian?” Ellies menggantung kalimatnya, menatap dalam ke arah Kama, seolah
Terakhir Diperbarui : 2026-01-10 Baca selengkapnya