“Aku adalah orang yang tidak suka dikhianati, Yura.” Mendengar suara Kama begitu berat dan dalam, membuat wanita itu menangis histeris. Mang tidak seharusnya dia melakukan hal yang membuat Kama semurka itu. Hanya demi sejumlah uang, dia rela menggadaikan pekerjaannya. “Katakan, di mana anakku!” Kini giliran Sutra yang bersuara. Wanita itu meremas kerah baju Yura dengan kasar, hingga membuatnya sedikit menjinjing kakinya. “Jahat sekali kau jadi manusia, hmm! Apa selama ini kebaikanku padamu masih kurang? Apa salahku terhadap dirimu, hingga kau berlaku jahat padaku, Yura!” Air matanya luruh, sebetulnya Sutra tidak bisa marah dan menyakiti orang lain, tapi ini sudah keterlaluan. Wanita yang selama beberapa bukan ini ia percaya untuk menjaga putrinya, dengan sadar membuka celah untuk penjahat agar menculiknya. “Maafkan aku, Nyonya. Aku khilaf.” “Apa? Khilaf? Kau tahu, siapa yang diculik? Nala, Yura, Nala! Dia masih bayi. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengannya? Apa kau tidak me
Terakhir Diperbarui : 2025-12-21 Baca selengkapnya