“Punya anak kok sakit-sakitan terus. Sebentar sehat, sebentar panas lagi. Daya tahannya lemah sekali, ya?” sindir Veny tajam saat melintas di depan Aura yang sedang telaten menyuapkan bubur ke mulut Axel.Neni yang berdiri tak jauh dari sana hanya bisa menunduk, menghela napas berat dengan tubuh yang mendadak tegang. Sebagai pengasuh, ia sudah sangat hapal tabiat Veny yang hobi memancing keributan. Biasanya, Aura akan langsung meledak jika urusan anak sudah disinggung, dan Neni sudah bersiap menghadapi "perang dunia" pagi ini.Namun, kejutan terjadi. Aura tampak bergeming. Ia seolah menulikan telinga dari suara sumbang itu dan tetap fokus pada Axel, mengajak bayi itu bercanda hingga sang putra membuka mulut dengan ceria.“Tidak apa-apa ya, Sayang? Kata dokter, bayi memang wajar kalau sedikit-sedikit sakit. Tubuhmu sedang belajar membentuk antibodi supaya kuat. Sehat terus ya, anak Mama?” Aura berbisik lembut, menyelipkan doa di antara suapan bubur, seolah keberadaan Veny hanyalah angi
Last Updated : 2026-01-05 Read more