“Saya sudah menelepon Pak Pras dari semalam, namun sepertinya beliau sangat sibuk. Jadi mohon maaf jika sepagi ini saya sudah datang tanpa janji,” ujar Rico dengan nada menyesal. Kehadirannya yang mendadak jelas menimbulkan tanda tanya besar bagi Oma Eliyas dan Aura. “Ada apa, Rico? Kenapa wajahmu tegang sekali?” Oma Eliyas masih didera rasa penasaran. Rico tampak ragu, seolah berat untuk mengucapkannya di depan sang Nyonya besar yang baru saja pulih. “Rico, Mama bertanya. Katakan saja ada apa, jangan ada yang ditutupi,” timpal Aura meyakinkan. Rico menarik napas panjang, lalu berucap pelan namun telak, “Maaf Nyonya... saya baru saja mendapat kabar bahwa Ibu Veny sudah menyewa pengacara. Beliau secara resmi menuntut hak putrinya atas rumah ini.” Seketika, suasana di halaman samping itu membeku. Aura dan Oma Eliyas saling bertatapan. Guratan keresahan dan amarah mulai muncul di wajah Oma Eliyas. Namun, sebelum emosi sang mertua meluap, Aura segera menggenggam tangannya. “Ma, jangan
Last Updated : 2025-12-26 Read more