“Nen, nanti kabari aku ya kalau Axel nangis atau kenapa-kenapa.” Aura memastikan sekali lagi, menatap pintu kamar bayi dengan berat hati sebelum benar-benar melangkah keluar. Ada perasaan bersalah sekaligus antusias yang bercampur menjadi satu. “Baik, Bu,” ujar Neni menenangkan. “Jangan ditinggal lama-lama ya, Nen. Takut ada apa-apa, perasaanku sedang sensitif soal Axel.” Aura masih menekankan keamanan putranya. Padahal, di sudut-sudut kamar bayi sudah terpasang CCTV yang bisa ia pantau melalui ponselnya kapan pun rindu melanda. Neni kembali mengangguk mantap. Aura akhirnya membungkuk, mencium kening bayinya yang beraroma susu itu dengan lembut, lalu berlalu keluar. Ia tak perlu lagi berpamitan pada Oma Eliyas karena tadi sudah meminta izin untuk menghabiskan waktu berdua dengan suaminya. Di depan, Pras sudah menunggunya di dalam mobil dengan raut wajah yang tampak tidak sabar. Begitu Aura masuk dan duduk di sampingnya, Pras langsung melayangkan protes manja, “Lama amat, N
Last Updated : 2025-12-29 Read more