Mendengar konfirmasi itu, kedua lutut Reihan lemas seketika, rasa syukur yang teramat besar yang memenuhi seluruh rongga dadanya. Di depan pintu ruang operasi itu, di atas lantai rumah sakit yang dingin, Reihan langsung bersujud. Ia menempelkan dahinya ke lantai, menangis sejadi-jadinya sambil tidak putus-putus mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas mukjizat kehidupan yang masih diberikan kepada calon anaknya. Karin dan Bima yang melihat hal itu ikut mengembuskan napas lega, tak kuasa menahan air mata haru yang ikut menetes. Beberapa jam kemudian, setelah kondisinya dipastikan benar-benar stabil, Alya akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Reihan diberikan izin untuk masuk dan menjaga istrinya. Pria itu kini duduk setia di sebuah kursi tepat di samping ranjang tempat Alya terbaring. Penampilan Reihan benar-benar berantakan. Kemejanya kusut, rambutnya acak-acakan, dan lingkaran hitam tebal tertera jelas di sekeliling matanya, tanda yang sangat nyata bahwa ia sama sek
อ่านเพิ่มเติม