Suara ketukan palu hakim bergema di ruang sidang yang dingin, memutus ikatan suci yang pernah Maya agungkan. Detik itu juga, napas Maya terasa terhenti. Statusnya kini berubah—bukan lagi istri sang bintang besar, melainkan seorang wanita yang dibuang dalam kesunyian. Di lobi pengadilan, Maya berpapasan dengan Herman dan Santi, orang tua Arkan. Santi menatap Maya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan penuh kemenangan. “Akhirnya drama ini selesai juga,” sindir Santi tajam. “Sudah kubilang sejak awal, Arkan itu berlian. Dia butuh wadah emas, bukan tanah liat sepertimu. Sekarang dia bebas terbang tinggi tanpa beban.” “Ma, sudah,” tegur Herman pelan, meski ia juga tak melakukan apa pun untuk membela Maya. “Aku bicara kenyataan, Pa. Arkan pantas mendapatkan wanita yang setara dengannya, seperti Clara, bukan perempuan tanpa latar belakang ini.” Maya hanya bisa menunduk, meremas jemarinya yang gemetar. Ia lalu melirik ke arah Arkan yang berdiri agak jauh. Pria itu tampak sibu
Last Updated : 2025-10-25 Read more