Paru-paru Tri terasa terbakar saat ia tersungkur keluar dari pintu tangga darurat lantai dasar. Asap hitam masih mengepul dari balik pintu baja yang baru saja ia tutup rapat. Dengan sisa tenaga yang ada, ia mendekap map merah berisi sejarah ayahnya, satu-satunya bukti yang berhasil ia selamatkan dari amukan api di lantai B4. Wajahnya coreng-moreng oleh jelaga, dan jas putih kebanggaannya kini robek serta berbau sangit.Namun, alih-alih petugas keamanan yang datang menolong, pemandangan di lobi belakang rumah sakit itu justru membuatnya membeku.Di sana, di bawah sorot lampu lobi yang dingin, Adrian berdiri berdampingan dengan Sarena. Adrian tampak sangat cemas, namun ekspresinya berubah menjadi campuran antara ngeri dan kecewa saat melihat kondisi Tri. Sarena, di sisi lain, berdiri dengan tenang, memegang sebuah botol air mineral seolah-olah ia baru saja memberikan dukungan moral kepada Adrian."Tri! Apa yang kamu lakukan di bawah sana?" suara Adrian mengg
Last Updated : 2026-01-04 Read more