Makan malam itu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah Liora bayangkan.Tadi siang ia membayangkan meja makan yang hangat, penuh obrolan ringan tentang masa depan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, ada hening yang berat, sendok dan garpu yang beradu pelan, serta tatapan yang saling menghindar.Liora tetap duduk di kursinya, ikut makan seperti biasa. Hanya saja wajahnya tak bisa berbohong. Bibirnya tertarik tipis, sorot matanya redup. Ia sendiri tak sepenuhnya paham kenapa dadanya terasa penuh sejak Kinara datang.Kairan dan Kinara jelas merasakan perubahan itu. Mereka tidak tahu penyebabnya, tetapi suasana yang tadinya canggung kini menjadi tegang.Kinara, yang tampaknya paling tak tahan dengan keheningan, mencoba membuka percakapan.“Oh ya, aku jadi ingat. Bagaimana kelanjutan lelaki yang waktu itu di tempat lomba?” tanyanya ringan.Belum sempat Liora menanggapi, Kairan tiba-tiba terbatuk.Kinara refleks berdiri, mengambil gel
Last Updated : 2026-03-13 Read more