Keesokan harinya, Kairan kembali mendatangi aula tempat acara berlangsung. Seperti yang sudah bisa ia duga, ponselnya masih belum selesai diperbaiki. Sambil menunggu, ia kembali menenggelamkan diri pada rangkaian kegiatan hari itu, mencoba bersikap profesional meski pikirannya sesekali melayang pulang.Di sela waktu istirahat, pandangan Kairan tertumbuk pada salah satu rekan dari kota lain yang sedang menelepon. Pria itu berdiri agak menjauh, berbicara dengan nada lembut dan penuh perhatian. Saat panggilan diakhiri, ia mengucapkan kata-kata mesra yang membuat Kairan sedikit geli, namun juga entah mengapa merasa tersentuh.Perhatian Kairan rupanya tertangkap oleh pria itu.“Hehehe, maklum, Pak,” katanya sambil tertawa kecil. “Istri saya baru saja melahirkan anak pertama. Jadi rasanya kangen terus.”Kairan tersenyum mendengarnya. Ada perasaan hangat yang menyusup tanpa ia sadari. Dalam benaknya, ia membayangkan dirinya sendiri. Mungkin suatu hari nanti ia j
Last Updated : 2026-02-28 Read more