Malam itu, seperti yang pernah ia janjikan, Kairan datang ke rumah Niro.Mobilnya berhenti di depan pagar kayu bercat hijau tosca yang sudah sangat ia kenal. Bahkan sebelum sempat menekan bel, pintu rumah itu sudah terbuka. Niro berdiri di ambang, seolah sudah menunggu sejak lama.Sudah lama sekali Kairan tidak datang ke sini.Selama ini mereka lebih sering bertemu di kafe, di kantor, atau sekadar berpapasan di tempat lain. Rumah ini terasa seperti bagian dari masa lalu. Masa ketika mereka masih tinggal bersama Oma, berbagi mimpi yang sama, dan belum mengenal rasa gagal.Kairan melangkah masuk ke teras.Tak banyak yang berubah dari rumah sederhana itu. Furniturnya masih minim, ruangannya tetap lapang, dan udara di sekitarnya terasa bersih. Hanya satu hal yang berbeda, yaitu tanaman.Barisan aglonema tertata rapi di rak kayu, ditanam di pot transparan sehingga akar-akarnya terlihat jelas. Daunnya lebar, mengilap, dan sehat. Di sudut lain, beb
Last Updated : 2026-03-21 Read more