“Liora, aku lelah dengan Niro. Menurutmu, apa aku sebaiknya putus saja?”Pertanyaan itu membuat Liora menatap sahabatnya dalam-dalam. Ia tidak langsung menjawab. Ia ingin memastikan kata-katanya nanti tidak sekadar terdengar, tetapi benar-benar sampai ke hati Kinara.“Aku yakin,” ucapnya pelan, “kalau Niro mendengar kamu ingin putus, dia pasti nggak akan membiarkan itu terjadi.”Kinara menunduk. Jemarinya saling menggenggam, seperti berusaha menahan sesuatu yang hampir pecah.“Selama ini dia bertahan denganmu, itu karena dia serius,” lanjut Liora. “Bukankah kamu selalu jadi tempat dia pulang?”Ucapan itu membuat Kinara terdiam lebih lama. Bukan karena tidak percaya, tapi justru karena ia takut mempercayainya lagi.Hubungan mereka belakangan terasa seperti berjalan di atas tali tipis. Niro sering ke luar kota, jadwalnya padat, pertemuan mereka minim. Di sela jarak itu, mantan-mantan Niro bermunculan seperti bayangan masa lalu yang tak mau per
Last Updated : 2026-03-25 Read more